Cuaca Tak Menentu Hambat Proyek Pemulihan Pascabencana di Tapteng

Letjen TNI Richard Taruli Horja Tampubolon didampingi Bupati Tapteng Masinton Pasaribu saat memebrikan keterangan. (foto: feliks/mistar)
Tapteng, MISTAR.ID
Wakil Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Percepatan Pemulihan Pascabencana Alam Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Letjen TNI Richard Taruli Horja Tampubolon, menyampaikan proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana banjir bandang serta tanah longsor di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) masih menghadapi sejumlah kendala di lapangan.
Hal tersebut disampaikan Richard saat melakukan kunjungan kerja ke Tapteng, Selasa (19/5/2026).
Menurutnya, salah satu hambatan utama dalam percepatan pemulihan pascabencana adalah kondisi cuaca yang sulit diprediksi dengan curah hujan yang masih cukup tinggi di wilayah tersebut.
“Pasti memerlukan waktu. Ada target yang tercapai sesuai perencanaan per zona, tetapi ada juga yang belum tercapai karena dinamika situasi di lapangan,” ujarnya didampingi Bupati Tapteng Masinton Pasaribu.
Ia menjelaskan, beberapa proyek rehabilitasi mengalami keterlambatan akibat kondisi lapangan yang berubah karena hujan terus-menerus.
Richard mencontohkan proses rekonstruksi pemulihan lahan pertanian yang sebelumnya diperkirakan dapat dilakukan dalam beberapa bulan, namun hingga kini lahan persawahan masih tergenang air.
“Seperti sawah yang kita prediksi akan kering dalam beberapa bulan, ternyata sampai sekarang masih tergenang karena hujan terus di luar perkiraan,” katanya.
Selain itu, pembangunan sabo dam juga mengalami kendala serupa. Proses pekerjaan yang membutuhkan kondisi kering, seperti penyemenan, terhambat akibat intensitas hujan yang tinggi.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, Richard menekankan pentingnya penguatan komunikasi dan koordinasi antarinstansi agar percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi dapat berjalan maksimal.
“Kita harus terus fokus di lapangan, memperkuat komunikasi, dan tentunya bekerja sama. Sama-sama bekerja demi percepatan pemulihan,” ucapnya.
Ia menambahkan, hasil evaluasi dan temuan selama kunjungan kerja di Tapteng akan segera dibawa dan dilaporkan ke pemerintah pusat guna ditindaklanjuti bersama kementerian terkait.
“Kami sudah sepakat menghasilkan langkah-langkah produktif dari lapangan untuk segera dibawa ke Jakarta, dieksekusi, dan dilaporkan,” tuturnya.



















