Cerita Warga Terjebak Macet Parah hingga Tiga Jam di Jalur Bedeng-Ponot, Asahan

Kondisi kemacetan di jalur objek wisata Bedeng-Ponot, Kecamatan Aek Songsongan, Asahan, saat libur Tahun Baru. (Foto: Istimewa/Mistar)
Asahan, MISTAR.ID
Libur awal tahun 2026 yang seharusnya menjadi momen menyenangkan justru berubah menjadi pengalaman tak terlupakan bagi sejumlah warga yang hendak berwisata menuju pemandian alam Bedeng dan Air Terjun Ponot, Kecamatan Aek Songsongan, kawasan alam favorit di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.
Jalur menuju pemandian alam dipadati pengunjung hingga menyebabkan kemacetan parah selama berjam-jam. Kawasan Bedeng dan Air Terjun Ponot memang dikenal sebagai destinasi andalan warga Asahan dan sekitarnya setiap musim liburan.
Lokasinya yang menawarkan panorama alam, aliran air jernih, serta suasana sejuk menjadi daya tarik utama. Tak heran, pada libur awal tahun 2026, ribuan pengunjung memadati jalur menuju lokasi tersebut.
Objek wisata ini berjarak sekitar 45 kilometer dari Kota Kisaran atau sekitar 30 kilometer dari Aek Kanopan, Kabupaten Labuhanbatu Utara. Namun, akses jalan yang masih sempit dan belum sepenuhnya memadai membuat arus lalu lintas rawan tersendat saat volume kendaraan meningkat drastis.
Kondisi tersebut dialami Aldi, seorang wisatawan asal Kisaran, bersama rekannya. Mereka berangkat menggunakan sepeda motor dari Kota Kisaran sekitar pukul 08.30 WIB dengan harapan dapat tiba di kawasan Air Terjun Ponot paling lambat pukul 11.00 WIB, jika perjalanan berlangsung normal.
Namun, kenyataan di lapangan jauh dari perkiraan. Saat memasuki jalur Bedeng-Ponot, kemacetan sudah mengular panjang. Sekitar pukul 13.30 WIB, Aldi dan rombongannya benar-benar terjebak di titik kemacetan terparah.
“Jam setengah dua siang kami terjebak di jalan yang lewat Ponot. Di situ sudah nyaris tidak bisa bergerak sama sekali sekitar satu jam,” ujar Aldi kepada wartawan, Jumat (2/1/2026).
Situasi semakin dilematis ketika mereka memutuskan untuk tidak melanjutkan perjalanan. Jalan yang sempit dengan arus kendaraan padat dari dua arah membuat pilihan untuk berbalik arah sama sulitnya.
“Kami putuskan tidak lanjut ke tujuan. Tapi mau balik pun serba susah juga, karena dua jalur sama-sama padat,” katanya.
Terjebak tanpa kepastian, Aldi dan rekannya akhirnya menghabiskan bekal makanan yang sedianya akan dinikmati di lokasi wisata. Bekal tersebut terpaksa disantap di pinggir jalan sambil menunggu kemacetan sedikit terurai.
“Kami menunggu sekitar dua jam. Total hampir tiga jam kami diam di situ, walaupun akhirnya tidak jadi lanjut ke lokasi wisata,” tuturnya.
Pantauan di lapangan menunjukkan sepeda motor mendominasi arus lalu lintas di jalur Bedeng-Ponot. Beberapa mobil yang terjebak terlihat berjalan sangat hati-hati, mengingat kondisi jalan yang sempit, berliku, serta berada di sisi jurang dan tebing yang rawan kecelakaan. (hm25)
PREVIOUS ARTICLE
Awal Tahun 2026, Sekda Dairi Klaim Kehadiran ASN 98 Persen





















