Wednesday, June 24, 2026
home_banner_first
SUMUT

Bupati Toba Ngantor di Desa, Antusiasme Warga Ikuti Cek Kesehatan Gratis Meningkat

Mistar.idKamis, 7 Mei 2026 pukul 20.07 WIB
bupati_toba_ngantor_di_desa_antusiasme_warga_ikuti_cek_kesehatan_gratis_meningkat

Pelayanan dari Disdukcapil Toba saat bupati berkantor di desa. (foto: nimrot/mistar)

news_banner

Toba, MISTAR.ID

Program Bupati Toba Effendi Napitupulu berkantor di desa mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, ratusan warga memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang disediakan Dinas Kesehatan (Dinkes) Toba.

Kepala Dinas Kesehatan Toba, Freddy Sibarani, mengatakan antusiasme masyarakat dari tiga desa, yakni Desa Lumban Pea, Desa Lumban Pea Timur, dan Desa Tambunan Sunge, Kecamatan Balige, cukup tinggi dalam mengikuti pemeriksaan kesehatan yang digelar, Kamis (7/5/2026).

“Total ada 535 warga yang terlayani. Pelayanan kesehatan gratis diberikan sesuai integrasi layanan primer berdasarkan siklus hidup,” ujar Freddy.

Ia menjelaskan layanan kesehatan yang diberikan meliputi pemeriksaan tekanan darah, pengukuran tinggi dan berat badan, serta pemeriksaan kolesterol, asam urat, dan kadar gula darah. Dari total warga yang diperiksa, terdiri atas 102 lansia, 95 balita, 45 bayi, 280 warga usia produktif, dan 13 ibu hamil.

Selain pemeriksaan umum, petugas kesehatan juga menemukan dua warga yang dicurigai mengalami katarak dan telah dirujuk untuk kontrol ke dokter spesialis mata di RSUD Porsea. Dinas Kesehatan juga memberikan imunisasi kepada 22 bayi serta melakukan pemeriksaan IVA Test bagi perempuan usia subur.

Sementara itu, Bupati Toba, Effendi Napitupulu, mengatakan program berkantor di desa dilakukan agar seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dapat memberikan pelayanan publik secara langsung sekaligus mendengar keluhan masyarakat.

“Dengan turun langsung ke desa, berbagai persoalan warga bisa segera ditangani, mulai dari pelayanan kesehatan hingga pengurusan dokumen kependudukan seperti KIA, KTP, dan persoalan BPJS,” katanya.

Ia menambahkan tingginya antusiasme warga membuat pelayanan kesehatan dan administrasi kependudukan menjadi yang paling banyak diminati masyarakat dalam kegiatan tersebut.

Namun, pelayanan administrasi dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) sempat terkendala akibat pemadaman listrik selama beberapa jam.

“Karena listrik padam, pelayanan dokumen kependudukan sempat terganggu dan kemungkinan baru selesai hingga malam hari,” ujar Effendi.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN