BNN Asahan Gandeng Konten Kreator, Kampanyekan Anti Narkoba Lewat Podcast

BNN Asahan saat podcast bersama konten kreator Wak Jenap untuk menyampaikan edukasi antinarkoba. (Foto: Perdana/Mistar)
Asahan, MISTAR.ID
Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Asahan mengambil langkah kreatif dalam menyampaikan edukasi bahaya penyalahgunaan narkoba kepada masyarakat.
Untuk menjangkau generasi muda yang aktif di media sosial, BNN Asahan menggandeng sejumlah kreator konten lokal populer melalui produksi video podcast yang ditayangkan di kanal YouTube resmi BNN Asahan.
Inisiatif ini memadukan program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) dengan kekuatan pengaruh kreator digital. Sejumlah nama besar di dunia konten Asahan turut terlibat, seperti Eka Dani dengan tagline “boleh peluk”, kreator komedi Wak Jenap, hingga keluarga kreator yang tengah naik daun, Keluarga Manurung.
“Melalui kolaborasi ini, BNN Asahan berupaya menyajikan pesan antinarkoba dengan format yang lebih segar, ringan, dan dekat dengan keseharian masyarakat. Kreator konten yang memiliki pengikut loyal dinilai mampu menghadirkan pendekatan yang lebih efektif, terutama dalam menjangkau anak muda yang selama ini menjadi audiens terbesar di platform digital,” kata Ketua Tim Pencegahan BNN Kabupaten Asahan, Rindu Willia kepada wartawan, Jumat (12/12/2025).
Setiap kreator memiliki segmentasi audiens yang berbeda, sehingga pesan yang disampaikan dapat menjangkau lapisan masyarakat secara lebih merata. Keluarga Manurung dengan jutaan penonton di TikTok dinilai efektif menggugah minat remaja, sementara Eka Dani yang memiliki puluhan ribu pengikut di Instagram menjadi penghubung dengan komunitas milenial.
Di sisi lain, Wak Jenap yang populer di Facebook menjangkau kalangan ibu rumah tangga yang menjadi benteng penting dalam pengawasan keluarga.
“Lewat berbagai obrolan dan konten kolaboratif, kampanye ini tak hanya mengenalkan lebih dekat tugas dan peran BNN, tetapi juga mengajak masyarakat memahami tanda-tanda bahaya narkoba, cara pencegahan sejak dini, hingga pentingnya membangun ketahanan keluarga terhadap ancaman narkotika,” tutur Rindu.
BNN Asahan berharap kerja sama ini dapat memperkuat literasi antinarkoba, memperluas jangkauan edukasi, serta mendorong masyarakat untuk lebih peduli dan terlibat dalam upaya pemberantasan penyalahgunaan narkoba mulai dari lingkungan terdekat hingga tingkat komunitas. (hm25)
BERITA TERPOPULER























