BMKG Update Peringatan Dini Sumut 12 Maret 2026: Hujan Lebat, Petir, dan Angin Kencang Mengintai hingga Malam

BMKG Update Peringatan Dini Sumut 12 Maret 2026. (foto:bmkg/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali memperbarui peringatan dini cuaca untuk wilayah Sumatera Utara, Kamis (12/3/2026) pukul 16.20 WIB. Sejumlah daerah diprakirakan akan diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang mulai sekitar pukul 16.50 WIB.
Kondisi ini diperkirakan masih berlangsung hingga pukul 19.50 WIB dan berpotensi meluas ke berbagai kabupaten/kota lainnya di Sumut.
Danau Toba dan Wilayah Pegunungan Masuk Daftar Waspada
BMKG mencatat perairan Danau Toba menjadi salah satu titik yang berpotensi terdampak hujan lebat disertai angin kencang. Situasi ini perlu diwaspadai oleh nelayan, operator kapal penyeberangan, serta wisatawan yang beraktivitas di kawasan tersebut.
Selain itu, sejumlah wilayah di Kabupaten Tapanuli Tengah seperti Sorkam, Pandan, Pinangsori, Kolang, Tapian Nauli hingga Lumut juga berpotensi terdampak pada fase awal.
Wilayah dataran tinggi seperti Kabupaten Karo (Berastagi dan Merdeka), Simalungun, Dairi, Pakpak Bharat, serta Humbang Hasundutan turut masuk dalam peringatan dini.
Topografi perbukitan dan pegunungan di kawasan tersebut meningkatkan risiko longsor dan pohon tumbang saat hujan deras turun dalam durasi singkat.
Medan dan Sekitarnya Berpotensi Diguyur Hujan Lebat
Kota Medan, khususnya Medan Johor, diprakirakan terdampak pada periode awal. Hujan kemudian berpotensi meluas ke hampir seluruh kecamatan, termasuk Medan Kota, Medan Sunggal, Medan Helvetia, Medan Denai, Medan Barat, Medan Deli, Medan Tuntungan, Medan Belawan, hingga Medan Petisah dan Medan Timur.
Wilayah penyangga seperti Deli Serdang—meliputi Sibolangit, Pancur Batu, Namorambe, Patumbak, hingga Tanjung Morawa dan Lubuk Pakam—juga berada dalam jalur potensi hujan intensitas sedang hingga lebat.
Masyarakat diimbau mewaspadai genangan dan banjir lokal, terutama saat jam pulang kerja sore hingga malam hari.
Meluas ke Pesisir Barat dan Kepulauan Nias
BMKG juga memprediksi hujan lebat berpotensi meluas ke Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Langkat, Serdang Bedagai, Toba, Samosir, hingga wilayah Kepulauan Nias.
Daerah di Nias Utara, Nias Barat, Nias Selatan, serta Kota Gunungsitoli masuk dalam daftar potensi perluasan. Aktivitas pelayaran dan penyeberangan antarpulau diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi secara cepat.
Waspadai Dampak Ikutan
Selain hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, angin kencang menjadi faktor risiko tambahan. Kombinasi keduanya dapat memicu:
- Pohon tumbang
- Baliho atau papan reklame roboh
- Gangguan jaringan listrik
- Gangguan transportasi darat maupun perairan.
Daerah bantaran sungai di Medan, Deli Serdang, Langkat hingga Serdang Bedagai juga berpotensi mengalami kenaikan debit air secara cepat.
Sementara itu, wilayah perbukitan di Karo, Dairi, Humbang Hasundutan, serta Tapanuli perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsor.
Imbauan BMKG
BMKG Sumatera Utara mengimbau masyarakat untuk:
- Mengurangi aktivitas luar ruangan saat hujan lebat dan petir.
- Menghindari berteduh di bawah pohon atau baliho saat angin kencang.
- Memastikan saluran air di sekitar rumah tidak tersumbat.
- Terus memantau informasi resmi BMKG untuk pembaruan cuaca.
Pengguna jalan juga diminta berhati-hati karena jarak pandang dapat berkurang drastis saat hujan deras.
BMKG menegaskan kondisi cuaca ini masih berpotensi berubah dan masyarakat diharapkan tetap siaga hingga malam hari.
(bmkg/ai/hm27)
























