Thursday, July 2, 2026
home_banner_first
SUMUT

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem di Pulau Nias, Hujan Lebat dan Angin Kencang Mengintai hingga Siang

Mistar.idRabu, 13 Mei 2026 pukul 09.15 WIB
bmkg_keluarkan_peringatan_dini_cuaca_ekstrem_di_pulau_nias_hujan_lebat_dan_angin_kencang_mengintai_hingga_siang

Peringatan Dini Cuaca. (foto:bmkg/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Sumatera Utara pada Rabu (13/5/2026) pagi. Dalam laporan yang dirilis pukul 08.00 WIB, sejumlah wilayah di Pulau Nias diprediksi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang berpotensi disertai kilat/petir dan angin kencang mulai pukul 08.30 WIB.

Wilayah yang paling berpotensi terdampak tersebar di hampir seluruh kawasan Kepulauan Nias, mulai dari Kabupaten Nias, Kabupaten Nias Selatan, Kabupaten Nias Utara, Kabupaten Nias Barat hingga Kota Gunungsitoli.

Kondisi cuaca ekstrem tersebut diperkirakan masih berlangsung hingga pukul 11.30 WIB.

Pulau Nias Jadi Titik Konsentrasi Cuaca Ekstrem

Peringatan dini kali ini menjadi perhatian serius karena cakupan wilayah terdampak sangat luas. Hampir seluruh kecamatan strategis di Pulau Nias masuk dalam daftar potensi hujan lebat.

Di Kabupaten Nias, wilayah seperti Gido, Idanogawo, Bawolato, Ulugawo, Ma’u, Somolo-Molo hingga Sogaeadu diprediksi mengalami hujan intensitas tinggi.

Sementara itu, Kabupaten Nias Selatan menjadi daerah dengan cakupan terluas dalam peringatan BMKG. Kecamatan seperti Teluk Dalam, Lolomatua, Gomo, Lahusa, Amandraya, Hibala, Pulau-Pulau Batu hingga Tanah Masa diperkirakan terdampak cuaca buruk.

Wilayah Kabupaten Nias Utara seperti Lotu, Lahewa, Tuhemberua dan Afulu juga masuk dalam zona waspada. Sedangkan di Kabupaten Nias Barat, kawasan Lahomi, Sirombu dan Mandrehe diprediksi diguyur hujan lebat.

Tak hanya itu, Kota Gunungsitoli juga berpotensi mengalami hujan disertai petir dan angin kencang, terutama di wilayah Gunungsitoli Utara, Gunungsitoli Idanoi dan Gunungsitoli Alo’oa.

Cuaca Ekstrem Meluas hingga Pantai Barat Sumut

Selain Pulau Nias, BMKG juga memperingatkan potensi perluasan cuaca buruk ke sejumlah daerah lain di Sumatera Utara.

Wilayah pantai barat seperti Kabupaten Tapanuli Tengah diprediksi ikut terdampak, terutama di Kecamatan Sorkam, Manduamas, Kolang, Tapian Nauli hingga Barus Utara.

Sementara di kawasan dataran tinggi, potensi hujan lebat juga mengintai Tarutung, Sipoholon, Siborong-Borong dan Pangaribuan di Kabupaten Tapanuli Utara.

BMKG turut mencatat potensi cuaca buruk di Mandailing Natal, Humbang Hasundutan hingga Kabupaten Toba.

Fenomena ini menunjukkan adanya aktivitas atmosfer yang cukup kuat di wilayah barat Sumatera Utara, terutama akibat pertumbuhan awan konvektif yang cepat pada pagi hingga siang hari.

Mengapa Pulau Nias Rentan Cuaca Ekstrem?

Secara geografis, Pulau Nias berada di kawasan Samudera Hindia yang sangat dipengaruhi dinamika cuaca laut. Ketika kelembapan udara meningkat dan suhu permukaan laut menghangat, pembentukan awan hujan bisa berlangsung sangat cepat.

Kondisi tersebut sering memicu hujan intensitas tinggi dalam durasi singkat yang disertai petir dan angin kencang. Daerah pesisir dan perbukitan di Kepulauan Nias juga memiliki karakter topografi yang membuat pertumbuhan awan hujan semakin aktif.

Selain mengganggu aktivitas masyarakat, cuaca ekstrem berpotensi memicu pohon tumbang, banjir lokal, jalan licin hingga terganggunya aktivitas pelayaran antar pulau.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, terutama nelayan, pengguna transportasi laut dan warga yang tinggal di daerah rawan longsor maupun bantaran sungai.

Imbauan BMKG untuk Warga

BMKG mengingatkan masyarakat agar terus memantau perkembangan informasi cuaca resmi dan mengurangi aktivitas luar ruangan saat hujan lebat disertai petir terjadi.

Warga juga diminta memastikan saluran drainase tetap bersih serta menghindari berteduh di bawah pohon besar ketika angin kencang melanda.

Bagi pengguna transportasi laut di kawasan Kepulauan Nias, kewaspadaan perlu ditingkatkan karena cuaca buruk dapat memengaruhi tinggi gelombang dan jarak pandang.

(bmkg/ai/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN