Monday, July 20, 2026
home_banner_first
SUMUT

Banjir Aceh Ganggu Pasokan, Petani Sergai Terpaksa Bersabar Tunggu Pupuk Subsidi

Mistar.idJumat, 27 Februari 2026 pukul 15.48 WIB
banjir_aceh_ganggu_pasokan_petani_sergai_terpaksa_bersabar_tunggu_pupuk_subsidi

Kelompok tani saat mengangkut pupuk subsidi dari KUD akan dibagikan ke anggota kelompok tani. (foto:damanik/mistar)

news_banner

Sergai, MISTAR.ID

Para petani di Serdang Bedagai (Sergai) tampaknya harus bersabar demi mendapatkan pupuk bersubsidi dari pemerintah. Sebab, saat ini penyediaan pupuk subsidi mengalami kendala akibat bencana banjir di Aceh.

Seperti disampaikan Kepala Dinas Pertanian Serdang Bedagai (Sergai), Dedi Iskandar yang menegaskan bahwa pupuk bersubsidi tidak mengalami kelangkaan, melainkan hanya keterbatasan penyediaan.

“Enggak ada langka, Pak. Hanya saja keterbatasan PT Pupuk Indonesia dalam penyediaannya. Akibat banjir Aceh, pabrik yang di Aceh masih belum beroperasi,” ujarnya kepada MISTAR saat dikonfirmasi via WhatsApp, Jumat (27/2/2026).

Dijelaskannya, untuk memenuhi kebutuhan pupuk bersubsidi bagi petani di Serdang Bedagai, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan PT Pupuk Indonesia (PI).

“Kami sudah sering berkoordinasi dengan PT PI supaya dipenuhi kebutuhan pupuk di Sergai. Tapi ini kendalanya se-Sumut karena pasokan pupuk dari PT PI yang tersendat akibat pabrik Aceh belum beroperasi,” katanya.

Menurutnya, melihat kondisi seperti ini, solusi yang dilakukan hanya menunggu kebijakan dari pemerintah.

“Menunggu kebijakan dari pemerintah. Mungkin saja dari Sriwijaya nanti yang menyuplai Sumut sambil menunggu Pusri stabil,” ucapnya.

Sebelumnya, kelompok tani (Poktan) di Kecamatan Dolok Merawan, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), mengeluhkan kelangkaan pupuk subsidi. Sebagian kelompok tani di sana belum mendapatkan pupuk bersubsidi.

“Kelompok kami belum dapat pupuk bersubsidi. Padahal kami perlu pupuk saat ini. Saya juga melihat di kelompok lain pupuknya berkurang. Phonska 45 sak, pupuk urea hanya 10 sak. Kami berharap pemerintah segera menstabilkan pasokan pupuk agar kami para petani dapat sejahtera,” tutur seorang warga bermarga Sinaga. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN