Friday, June 5, 2026
home_banner_first
SUMUT

Antrean Panjang BBM di Sejumlah SPBU Deli Serdang Picu Kemacetan

Mistar.idMinggu, 8 Maret 2026 09.52
AN
HS
antrean_panjang_bbm_di_sejumlah_spbu_deli_serdang_picu_kemacetan

Antrean panjang kendaraan yang hendak mengisi BBM di SPBU. (Foto: Hendra/Mistar)

news_banner

Deli Serdang, MISTAR.ID

Antrean panjang kendaraan untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah Lubuk Pakam dan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, memicu kemacetan di beberapa ruas jalan utama.

Pantauan di lapangan, antrean kendaraan terlihat di SPBU Lapangan Segitiga, SPBU Pagar Jati, SPBU Kelurahan Syahmad, dan SPBU Paluh Kemiri. Kendaraan roda dua maupun roda empat tampak mengular hingga keluar area SPBU.

“Iya, parah sekali sampai jalan macet. Antreannya panjang sekali. Sudah tiga hari terakhir SPBU diserbu warga,” ujar Siswo, warga Lubuk Pakam, Minggu (8/3/2026).

Kondisi serupa juga terjadi di Kecamatan Tanjung Morawa. Beberapa SPBU di kawasan tersebut dipadati kendaraan yang hendak mengisi BBM, sehingga antrean meluas hingga ke badan jalan dan memicu kemacetan di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Medan-Lubuk Pakam.

Seorang warga menyebutkan kemacetan terjadi di sejumlah titik, seperti di SPBU kawasan Suzuya, SPBU Pasar Baru, serta SPBU di Jalan Arteri menuju Bandara Kualanamu.

“Macet panjang di beberapa SPBU itu sudah dua hari ini,” katanya.

Mayoritas kendaraan yang mengantre didominasi sepeda motor, truk, dan kendaraan berbahan bakar solar. Warga menduga sebagian pengendara memanfaatkan situasi untuk membeli BBM dalam jumlah banyak guna dijual kembali secara eceran.

Selain itu, antrean panjang juga dilaporkan terjadi pada kendaraan berbahan bakar solar, khususnya truk angkutan barang.

Dari pengamatan di sejumlah lokasi, tidak terlihat adanya petugas yang melakukan pengaturan lalu lintas di titik-titik kemacetan sekitar SPBU.

Sejumlah warga menilai pihak terkait perlu segera mengambil langkah penanganan agar antrean tidak semakin memperparah kemacetan, terutama pada bulan Ramadan ketika aktivitas masyarakat tetap tinggi.

Sementara itu, antrean kendaraan pengangkut solar juga dilaporkan terjadi di SPBU Parapat, Kabupaten Simalungun, pada Sabtu (7/3/2026) malam. Antrean truk dan mobil terlihat memanjang dari arah Toba menuju Parapat.

“Terpaksa beli solar ketengan pakai jerigen dengan harga Rp9.000 per liter,” kata Supriadi, sopir truk asal Kecamatan Pantai Labu, Deli Serdang.

Supriadi mengaku setiap hari melintasi rute Pantai Labu menuju Dolok Sanggul untuk mengangkut kompos, sehingga kebutuhan bahan bakar menjadi hal penting bagi operasionalnya. (hm25)


BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN