Tuesday, October 13, 2026
home_banner_first
SUMUT

114 Murid SD Inpres Banjar Toba Dairi Mendadak Tak Terima MBG

Mistar.idSelasa, 13 Oktober 2026 pukul 18.20 WIB
114_murid_sd_inpres_banjar_toba_dairi_mendadak_tak_terima_mbg

Sejumlah siswa SD menikmati MBG. (Foto Ilustrasi:Gemini/Mistar)

news_banner

Dairi, MISTAR.ID (13/10/2026) – Sebanyak 114 murid Sekolah Dasar (SD) Inpres Banjar Toba, Kecamatan Berampu, Kabupaten Dairi, dikabarkan tidak menerima Makanan Bergizi Gratis (MBG) secara mendadak.

Hal itu dibenarkan Kepala SD Inpres Banjar Toba, Indrawati Maha, ketika dikonfirmasi MISTAR.ID via WhatsApp, Selasa (13/10/2026).

"Benar, Pak, SD kita tiba-tiba tidak mendapat MBG sejak Rabu (7/10/2026). Kami kaget, dan ketika dikonfirmasi kepada pihak SPPG yang menyuplai sebelumnya, baru dijelaskan alasannya," kata Indrawati.

Terkait tidak disuplainya MBG ke SD tersebut, Indrawati meneruskan pesan WhatsApp dari Kepala SPPG terkait yang menyampaikan alasannya. Hal itu merupakan peraturan dari pusat bahwa sekolah yang dilayani hanya yang terdaftar di SPS 2. SPS tersebut merupakan Surat Penetapan Sementara tahap dua kelompok Penerima Manfaat tiap SPPG. SPS ini merupakan pembaruan data dari sistem antara BGN dan Dapodik Pendidikan.

"Ini berlaku nasional, Ibu, tidak hanya di wilayah kita. Agar diperbarui penerima manfaatnya, ya, supaya sekolah Ibu kembali menerima MBG. Dan untuk sekolah yang tidak dilayani tersebut, sudah kami infokan ke BGN agar ditindaklanjuti," tulis Indrawati.

Untuk menyikapi hal tersebut dan menjelaskan langkah SD ke depannya, Indrawati belum memberikan keterangan. Ia menyampaikan bahwa dirinya sedang mengikuti acara wirid.

Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Dairi, Pahlawan Nasution, ketika dikonfirmasi MISTAR.ID seputar SPS 2 dimaksud, mengakui bahwa ketentuan dan pembaruan datanya berada di BGN pusat agar SD tersebut dapat kembali menjadi penerima manfaat MBG.

Ketika ditanya jumlah sekolah dan penerima manfaat MBG yang terdampak, Pahlawan menyebut belum bisa menerangkan totalnya karena harus membuka basis data. Namun, ia mengakui bahwa jumlahnya di Dairi cukup banyak. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN