Simalungun Kembali Gelap, Listrik Padam Bergilir Bikin Warga Sidamanik–Simarjarunjung Frustrasi

Ilustrasi listrik padam (foto: AI/Mistar)
Simalungun, MISTAR.ID
Pemulihan pasokan listrik di Kabupaten Simalungun ternyata belum sepenuhnya stabil. Setelah sempat kembali menyala seluruhnya sejak dini hari, sejumlah wilayah kerja ULP PLN Pematang Raya di jalur Sidamanik hingga Simarjarunjung kembali mengalami pemadaman listrik pada Sabtu (23/5/2026), memicu keluhan warga yang harus kembali menghadapi ketidakpastian.
Salah satu warga Siborna, Kecamatan Panei, Eko Siahaan, mengaku kecewa karena aliran listrik yang sempat hidup pada pagi hari kembali padam dan belum menyala lebih dari empat jam.
“Pagi memang sudah hidup, siang tadi mati lagi, sudah empat jam lebih. Harusnya bergantianlah, ini sudah terlalu lama juga,” kata Eko.
Keluhan serupa juga dirasakan warga lain di sejumlah titik, terutama di kawasan Sidamanik hingga Simarjarunjung yang sebelumnya sempat menikmati listrik setelah padam cukup lama sejak gangguan sistem kelistrikan Sumatera Utara pada Jumat (22/5/2026).
Seorang warga Nagori Tiga Bolon, Kecamatan Sidamanik, Efraim Saragih, mengaku aktivitas rumah tangga dan usaha kecil warga kembali terganggu akibat listrik yang kembali padam setelah sempat menyala.
“Sudah sempat lega karena pagi tadi listrik hidup, tapi siang padam lagi. Kami berharap PLN bisa memberi kepastian, karena kalau seperti ini aktivitas masyarakat jadi terganggu, apalagi banyak yang bergantung pada listrik untuk usaha dan kebutuhan sehari-hari,” ujar Efraim.
Menurutnya, warga memahami kondisi pemulihan yang masih berlangsung, namun berharap PLN dapat memberikan informasi yang lebih jelas terkait jadwal pemadaman bergilir agar masyarakat bisa melakukan antisipasi.
“Kalau memang harus bergilir, kami bisa mengerti. Tapi paling tidak ada informasi berapa lama padamnya, supaya warga bisa bersiap,” katanya.
Manajer ULP PLN Pematang Raya, Fernandes Sianipar, membenarkan bahwa pemadaman kembali dilakukan sebagai bagian dari pengaturan beban karena kondisi pembangkit yang belum sepenuhnya pulih.
“Benar, tadi dilepas lagi aliran listrik karena kondisi pembangkit kami belum normal, sehingga dibutuhkan pengurangan beban lagi,” ujarnya, Sabtu sore.
Menurut Fernandes, pemadaman yang kini terjadi merupakan bagian dari skema bergilir yang diterapkan di seluruh Sumatera Utara agar distribusi daya yang terbatas tetap bisa dirasakan masyarakat secara merata.
“Daerah Sidamanik sampai Simarjarunjung yang saat ini padam, sistemnya bergantian se-Sumut. Namun, tidak ada informasi pasti untuk durasinya karena kondisi dilihat dari besarnya konsumsi pemakaian listrik,” katanya.
Ia menjelaskan, secara sederhana kapasitas pembangkit yang tersedia saat ini belum mampu memenuhi kebutuhan normal masyarakat.
“Misalnya kebutuhan listrik itu 100, tapi yang tersedia baru 50. Nah, yang 50 itu kita distribusikan dulu. Kalau konsumsi masyarakat masih dalam batas itu, tidak akan terjadi pemadaman. Tapi kalau melewati prediksi, terpaksa dilakukan pemadaman sebagian agar tidak seluruh sistem padam,” kata Fernandes.
Selain untuk menjaga kestabilan sistem, pengurangan beban juga dilakukan karena masih banyak wilayah lain yang belum mendapatkan aliran listrik sama sekali.
“Daerah kita dari jam 01.00 WIB tadi sebenarnya sudah hidup. Sekarang giliran menggantikan daerah lain yang sudah hampir 20 jam belum menikmati listrik,” ucapnya.
Fernandes menegaskan, penentuan wilayah yang dipadamkan bukan dilakukan oleh kantor PLN daerah, melainkan oleh pusat pengatur beban yang mengatur distribusi listrik secara terpusat berdasarkan kondisi sistem.
Saat ini, sejumlah wilayah seperti Kecamatan Panei hingga Saribudolok dilaporkan masih tetap teraliri listrik, sementara kawasan Sidamanik hingga Simarjarunjung kembali masuk daftar pemadaman sementara.
PLN mengimbau masyarakat untuk tetap bersabar selama proses pemulihan berlangsung dan menggunakan listrik secara bijak ketika aliran kembali normal, agar kestabilan sistem dapat segera pulih sepenuhnya. (indra)
























