Thursday, June 4, 2026
home_banner_first
SIANTAR SIMALUNGUN

Sambut Imlek 2577, Tradisi Pencucian Rupang Dimulai di Pematangsiantar

Mistar.idSelasa, 10 Februari 2026 10.46
EH
AS
sambut_imlek_2577_tradisi_pencucian_rupang_dimulai_di_pematangsiantar

Suasana di vihara Avalokitesvara. (Foto: Abdi/Mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2577, warga keturunan Tionghoa di Kota Pematangsiantar mulai melaksanakan tradisi memandikan patung dewa-dewi atau rupang.

Ritual ini dilakukan sebagai simbol penyucian diri, baik secara fisik maupun spiritual. Tradisi ini bukan sekadar pembersihan biasa, melainkan bagian dari persiapan ibadah menjelang keberangkatan Dewa Dapur (Co Kun Kong) ke nirwana.

Menurut kepercayaan, Dewa Dapur akan naik untuk melaporkan segala amal baik dan buruk manusia selama setahun terakhir.

Sekretaris Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Pematangsiantar, Chandra, menjelaskan bahwa kegiatan rupang adalah agenda wajib yang dilaksanakan sekitar dua minggu sebelum hari H Imlek.

"Tradisi memandikan dewa-dewi bertujuan menciptakan suasana yang nyaman dan khidmat. Kami ingin umat dapat beribadah dengan tenang serta merayakan Imlek dengan rasa syukur dan hati yang bersih," ujar Chandra pada Selasa (10/2/2026).

Ia menambahkan, selain memandikan rupang, para pengurus juga membersihkan seluruh area dalam dan luar klenteng.

"Agar seluruh kompleks ibadah siap menyambut ribuan umat yang akan bersembahyang di malam pergantian tahun nanti," tuturnya. (hm20)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN