Rupiah Melemah, Penjualan Sapi Kurban di Siantar Lesu dan Harganya Merangkak Naik

Jelang iduladha permintaan hewan kurban turun. (foto: Abdi/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Menjelang Hari Raya Iduladha, awan mendung tampaknya sedang menggelayuti para pedagang hewan kurban. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang biasanya kebanjiran orderan, tren penjualan hewan kurban tahun ini justru menunjukkan penurunan yang cukup signifikan.
Lesunya pasar hewan kurban ini diduga kuat terjadi akibat melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Kondisi makroekonomi ini memicu efek domino, mulai dari kenaikan berbagai biaya operasional, tarif distribusi, hingga melonjaknya harga kebutuhan pokok masyarakat yang menggerus daya beli.
Dampak nyata dari lesunya pasar kurban ini dirasakan langsung UD Lekerkam, salah satu peternakan sapi sekaligus Rumah Potong Hewan (RPH) terkemuka di Kota Pematangsiantar.
Kepala Bagian Pekerjaan Peternakan UD Lekerkam, Chandra, mengungkapkan penurunan omzet penjualan lembu tahun ini tidak terlepas dari sentimen negatif melemahnya mata uang rupiah. Kenaikan harga di berbagai sektor hulu ke hilir membuat operasional peternakan kian menjerit.
"Menurut saya sih emang pengaruh dari dampak-dampak semua banyak kenaikan. Dari segi BBM ada kenaikan, dari bahan-bahan kayak plastik naik, pengaruh ke semuanya jadinya," ujar Chandra, kepada Mistar.id, Rabu (20/5/2026).
Chandra membeberkan fluktuasi angka penjualan yang cukup timpang jika dibandingkan dengan periode Idul Adha tahun lalu. Jika sebelumnya mereka mampu menjual puluhan ekor, tahun ini target tersebut sulit dikejar.
"Tahun sebelumnya lembu terjual sebanyak 60 hingga 70 ekor, tapi sekarang (tahun ini) hanya mampu menjual sekitar 50 ekor," ucapnya lesu.
Selain faktor daya beli, kenaikan harga per ekor sapi ditengarai menjadi alasan konsumen berpikir dua kali atau beralih ke alternatif kurban yang lebih ekonomis. Tahun ini, rata-rata harga sapi kurban mengalami kenaikan sekitar Rp1 juta hingga Rp2 juta per ekornya.
Di UD Lekerkam sendiri, harga sapi bervariasi tergantung pada bobot daging bersih yang dihasilkan. Tahun ini ada harga sapi, mengalami kenaikan Rp15 juta hingga Rp16 juta per ekornya. Tahun sebelumnya masih di harga Rp14 juta per ekornya.
"Untuk harga Rp15 juta, berat daging 70 kilogram sedangkan Rp16 juta dengan berat daging 80 kilogram," tuturnya.
Meskipun dihadapkan pada tantangan ekonomi yang berat, UD Lekerkam tetap berkomitmen menjaga kualitas hewan kurban mereka. Untuk memenuhi ekspektasi dan kebutuhan masyarakat Siantar, peternakan ini menyediakan berbagai varian jenis sapi unggulan yang populer di pasaran.
Beberapa jenis sapi berkualitas yang siap dipasarkan antara lain Sapi Limosin, Simentel (Simmental), Brahman, hingga Sapi Lokal.
Kini para pedagang hanya bisa berharap ada lonjakan permintaan di detik-detik terakhir (last minute) menjelang hari pemotongan, demi menutupi tingginya biaya operasional yang telah dikeluarkan.
PREVIOUS ARTICLE
BKPSDM Siantar Tunggu Hasil Administrasi Seleksi JPT























