Ramadan 2026, Pemkab Simalungun Gandeng BI dan Bulog Gelar Pangan Murah

Kadis Ketahanan Pangan dan Perikanan Simalungun Pardomuan Sijabat sewaktu GPM ke-5 di Tapian Dolok. (foto: Istimewa/mistar)
Simalungun, MISTAR.ID
Kolaborasi lintas lembaga menjadi kunci langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun dalam menjaga stabilitas harga pangan menjelang Ramadan dan Idulfitri 1447 hijriah.
Melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Simalungun, Gerakan Pangan Murah (GPM) kembali digelar. Kali ini dipusatkan di Pekan Tapian Dolok, Kecamatan Tapian Dolok, Selasa (24/2/2026).
Berbeda dari sekadar operasi pasar, GPM di Tapian Dolok menonjolkan sinergi antara pemerintah daerah dan sejumlah mitra strategis. Ketua TP PKK Kabupaten Simalungun, Hj Darmawati Anton Achmad Saragih, secara khusus menyampaikan apresiasi atas dukungan Bank Indonesia (BI), Perum Bulog Cabang Pematangsiantar, PT Siantar Bintang Perkasa, dan Panda Farm.
"Kerja sama ini memastikan berbagai komoditas kebutuhan pokok dapat tersedia dengan harga terjangkau dan kualitas terjaga," ujarnya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, Pardomuan Sijabat, menegaskan bahwa GPM merupakan instrumen konkret pengendalian inflasi daerah menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), periode yang identik dengan lonjakan permintaan bahan pokok.
Baca Juga: Gerakan Pangan Murah Simalungun Diserbu Warga di Parapat, Harga Beras hingga Minyak Lebih Hemat
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dapat memperoleh beras SPHP Rp58.000 per sak, gula pasir Rp17.500 per kilogram, tepung roti Rp9.000 per kilogram, minyak goreng Minyak Kita dan Fortune Rp15.000 per liter, serta telur ayam Rp50.000 per papan.
Menurut Pardomuan, pelaksanaan di Tapian Dolok merupakan yang kelima kalinya. Sebelumnya, GPM telah digelar di Kecamatan Tanah Jawa, Bandar, Siantar, dan Girsang Sipangan Bolon. Pemkab berkomitmen memperluas jangkauan program serupa ke kecamatan lain guna menjaga stabilitas harga secara merata.
Camat Tapian Dolok, Juraini Purba, menyambut baik pelaksanaan GPM di wilayahnya. Ia menilai, kehadiran pemerintah melalui pasar murah sangat membantu masyarakat menghadapi potensi kenaikan harga menjelang Ramadan.
Selain membantu meringankan beban rumah tangga, kegiatan ini juga menjadi ruang interaksi langsung antara pemerintah dan masyarakat. Darmawati menekankan bahwa GPM bukan hanya soal harga murah, tetapi juga upaya memperkuat ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan.
Dengan sinergi antarlembaga dan kesinambungan program, Pemkab Simalungun menegaskan komitmennya menjaga pasokan dan harga pangan tetap terkendali selama Ramadan hingga Idulfitri 1447 Hijriah.



















