Pembangunan Gedung DPRD Pematangsiantar Rp6,5 Miliar Dinilai Asal Jadi

Kondisi bangunan DPRD Pematangsiantar terlihat tidak rapi. (Foto: Patiar/Mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Kualitas pengerjaan Gedung DPRD Pematangsiantar dengan anggaran Rp6,5 miliar dinilai mengecewakan dan terkesan asal jadi.
Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi fisik bangunan yang memprihatinkan. Beberapa titik krusial memperlihatkan hasil akhir jauh dari standar kelayakan gedung instansi pemerintahan.
Sejumlah ketidakrapian terlihat pada dempulan yang bergelombang. Di mana bagian dinding tampak tidak rata, sehingga merusak estetika ruangan.
Kemudian terlihat daun pintu tidak presisi. Banyak pintu ditemukan tidak bisa tertutup rapat dan miring. Ketiga, terlihat pemasangan beberapa sisi kosen menggantung.
Salah seorang anggota DPRD Kota Pematangsiantar menyatakan kekecewaannya saat meninjau langsung gedung tersebut.
"Sangat disayangkan, dengan anggaran sebesar Rp6,5 miliar, hasil pengerjaannya seperti ini. Kesannya asal jadi dan tidak profesional," ujar anggota dewan yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan, Selasa (27/1/2026).
Ia menegaskan bahwa gedung tersebut adalah aset daerah yang seharusnya dibangun dengan kualitas mumpuni demi menunjang fungsi legislasi dan pelayanan publik.
DPRD mendesak kontraktor pelaksana agar segera melakukan perbaikan menyeluruh. Mengingat saat ini pengerjaan masih dalam masa pemeliharaan selama enam bulan ke depan.
"Kami berharap pemborong segera memperbaiki titik-titik yang tidak sesuai spesifikasi. Jangan sampai masa pemeliharaan habis, namun kondisi bangunan tetap amburadul," tuturnya.
Menanggapi hal tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Pematangsiantar melalui pengawas lapangan, Robert Siahaan, mengklaim bahwa secara volume pengerjaan tidak ada masalah. Menurutnya, persoalan utama hanya terletak pada aspek estetika.
"Kalau dari sisi volume tidak ada masalah, hanya masalah kerapian saja. Itu pun sudah kita arahkan untuk dibereskan. Artinya hanya masalah kerapian, dan kita sudah ingatkan pihak pemborong (CV Bukit)," ucap Robert. (hm20)






















