Kebakaran Pasar Dwikora, Warga Soroti Minimnya Fasilitas Alat Keselamatan

Sejumlah pedagang mengais puing-puing sisa bagunan kios yang terbakar di kawasan Pasar Dwikora di Jalan Gotong Royong, Kelurahan Suka Dame, Kota Pematangsiantar, Kamis (18/6/2026). (Foto: Hamzah/Mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Pasar Dwikora atau yang dikenal Pajak Parluasan di Jalan Gotong Royong, Kelurahan Suka Dame, Kecamatan Siantar Utara, Kota Pematangsiantar, terbakar pada Kamis (18/6/2026) dini hari. Dilaporkan, sebanyak 311 kios semi permanen rata dengan tanah.
Di balik peristiwa pilu yang hanguskan 311 unit kios itu, banyak masyarakat menyoroti minimnya fasilitas dan alat keselamatan kebakaran di lingkungan pasar tradisional.
Kobaran api dengan cepat melahap deretan kios, pedagang yang mengetahui tidak banyak barbuat untuk menyelamatkan barang dagangan, karena kobaran api semakin membesar.
Mantan Ketua Aliansi Pedagang Pasar Tradisional (AP2T) Kota Pematangsiantar, Agus BM Butarbutar, menyampaikan peristiwa kebakaran pasar tradisional di Pematangsiantar sering kali terjadi, baik di Pasar Horas maupun Pasar Dwikora.
"Hal seperti ini yang sering dialami pedagang. Tanpa adanya aksi pencegahan karena dengan kejadian ini pedagang dirugikan dalam hal ekonomi, tenaga, pikiran, dan mental," ujar Agus ketika dimintai tanggapannya, Kamis (18/6/2026).
Agus menduga penyebab dan dampak dari kejadian ini didominasi oleh sistem manajerial yang terkesan abai dalam bekerja. Akibatnya, tidak ada upaya untuk mencegah api menjalar ke kios-kios lainnya.
"Kemudian, pihak kepolisian diharapkan dapat mengungkap penyebab terbakarnya pasar tradisional itu. Karena ada ratusan pedagang yang kehilangan mata pencarian mereka," ujarnya.
Pasca kejadian itu, beberapa pedagang tampak mengais puing-puing bangunan. Berharap masih ada barang yang bisa dimanfaatkan. Diketahui juga, banyak pedagang yang terlambat merndapat informasi prihal peristiwa kebakaran tersebut, sehingga banyak barang dagangan terbakat.
Seperti yang dialami oleh Boru Sianipar. Toko kelontong miliknya yang menjajakan berbagai kebutuhan pokok, kini rata dengan tanah. Dikisahkannya, informasi mengenai kebakaran baru diketahuinya menjelang subuh.
"Saya dapat info terjadinya kebakaran sekitar pukul 03.00 WIB. Katanya api berasal dari arah tukang kain ujung," ujarnya. (hm20)
BERITA TERPOPULER






















