Jemaah Umrah Siantar Diimbau Pantau Jadwal Terbang

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Pematangsiantar, Luhut. (Foto: Abdi/Mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Pematangsiantar, Luhut, meminta seluruh jemaah umrah agar selalu memantau perkembangan atau perubahan jadwal terbang yang terdampak akibat konflik di Timur Tengah.
Potensi gangguan operasional seperti reschedule (penjadwalan ulang), delay (penundaan), hingga pembatalan penerbangan menjadi poin utama yang harus diwaspadai bagi jemaah yang hendak menuju atau pulang dari Arab Saudi.
Luhut juga meminta masyarakat tetap tenang dan tidak berspekulasi.
"Kami mengimbau seluruh jemaah umrah asal Kota Siantar agar tetap tenang dan tidak terpancing isu-isu yang tidak jelas sumbernya. Pastikan selalu memantau status penerbangan secara berkala sebelum menuju bandara," ucapnya.
Kunci keamanan jemaah saat ini adalah komunikasi dua arah yang intensif. Ada beberapa poin penting yang harus diperhatikan oleh jemaah dan keluarga di tanah air.
"Koordinasi dengan PPIU, jemaah wajib terus menjalin komunikasi dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) atau pihak travel masing-masing dan pantau saluran resmi, pihak travel telah diinstruksikan untuk berkoordinasi dengan Kantor Urusan Haji (KUH) di Jeddah, KJRI Jeddah, serta KBRI Riyadh," tuturnya.
Hingga saat ini, pemerintah terus berupaya memitigasi dampak konflik agar tidak mengganggu kekhusyukan ibadah di Tanah Suci. Prioritas utama adalah memastikan keamanan dan keselamatan seluruh warga negara Indonesia (WNI) yang berada di zona terdampak.
Masyarakat diingatkan hanya mempercayai informasi dari saluran resmi pemerintah guna menghindari kepanikan. (hm20)





















