Hari Keenam Air PDAM Sibuntuon Mati, Warga Bertahan Andalkan Hujan

Warga menampung air hujan di Sibuntuon, Kecamatan Dolok Pardamean, Simalungun. (foto: Istimewa/mistar)
Simalungun, MISTAR.ID
Krisis air bersih di Nagori Sibuntuon, Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun, kian memprihatinkan. Memasuki hari keenam, aliran air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Lihou belum juga kembali normal, memaksa warga bertahan dengan cara darurat di tengah ketidakpastian layanan.
Warga kini mengandalkan air hujan untuk mencuci pakaian dan membersihkan rumah. Ember, tong plastik, hingga wadah seadanya berjejer di halaman rumah untuk menampung air setiap kali hujan turun. Sementara untuk kebutuhan minum dan memasak, warga harus membeli atau mencari sumber alternatif.
"Sudah enam hari air tidak mengalir. Kalau hujan turun, itu yang kami manfaatkan. Untung sekarang musim hujan, jadi masih bisa membantu," ujar Grace Naibaho, warga Nagori Sibuntuon, Rabu (18/2/2026).
Grace mengungkapkan, pihak PDAM memang telah mendatangi pangulu (kepala desa) di nagorinya untuk melihat kondisi di lapangan. Selain itu, PDAM juga menyalurkan bantuan air bersih menggunakan mobil tangki pada Senin dan Selasa.
Namun menurutnya, langkah tersebut belum menyentuh akar persoalan. "Senin dan Selasa memang ada tangki air bersih dari PDAM, tapi tidak cukup. Warga juga banyak, semua membutuhkan," katanya.
Ia menambahkan, bantuan distribusi air melalui tangki hanya bersifat sementara dan belum mampu memenuhi kebutuhan seluruh warga. Kondisi ini semakin berat karena belum ada kepastian kapan aliran air akan kembali normal.
"Hari ini informasinya diperbaiki, semoga malam nanti bisa mengalir, susah semua orang dibuat," ucapnya.
Sebelumnya, manajemen PDAM menyebut gangguan terjadi akibat debit umbul atau sumber mata air yang surut.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Simalungun dan manajemen PDAM segera mengambil langkah nyata, baik melalui percepatan perbaikan sumber air maupun penyediaan suplai air darurat yang memadai hingga distribusi kembali normal.
Hingga berita ini diturunkan, aliran air PDAM di Nagori Sibuntuon masih belum mengalir dan masyarakat terus menggantungkan kebutuhan harian pada air hujan serta bantuan tangki yang jumlahnya terbatas. (hm27)






















