Monday, July 20, 2026
home_banner_first
SIANTAR SIMALUNGUN

Awal 2026, Tiga Kebakaran Terjadi di Pematangsiantar, Damkar Imbau Warga Waspada

Mistar.idKamis, 22 Januari 2026 pukul 17.08 WIB
awal_2026_tiga_kebakaran_terjadi_di_pematangsiantar_damkar_imbau_warga_waspada

Kasi Pemadaman dan Penyelamatan Disdamkarmat Kota Siantar, Remaja Ginting. (Foto: Dok. Mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Awal tahun 2026, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Pematangsiantar mencatat ada tiga kejadian kebakaran sepanjang Januari 2026. Tiga kejadian tersebut terjadi hanya dalam kurun waktu beberapa hari pertama.

Salah satu insiden terjadi di sebuah warung lontong malam di Lorong Baja, Jalan Rakutta Sembiring, Kelurahan Pondok Sayur. Api menghanguskan lapak usaha warga yang beroperasi pada malam hari dan diduga dipicu kelalaian saat aktivitas memasak.

Kemudian, kebakaran terjadi pada Selasa malam, 6 Januari 2026, di Jalan Pergaulan, Kelurahan Suka Dame, Kecamatan Siantar Utara. Satu unit rumah warga terbakar dan menyebabkan seorang lansia berusia 70 tahun meninggal dunia. Peristiwa ini menambah daftar korban jiwa akibat kebakaran permukiman di kota tersebut.

Sehari berselang, Rabu, 7 Januari 2026, api kembali melahap satu unit rumah di Jalan Nias. Dari rangkaian kejadian kebakaran pada awal Januari tersebut, kawasan permukiman padat penduduk dinilai rawan terjadi kebakaran.

Kasi Pemadaman dan Penyelamatan Disdamkarmat Kota Pematangsiantar, Remaja Ginting, menyampaikan bahwa menyikapi rentetan peristiwa tersebut, pihaknya mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam pencegahan dini kebakaran.

“Idealnya, setiap rumah memiliki alat pemadam api ringan (APAR). Namun kami menyadari tidak semua warga mampu menyediakan perangkat tersebut karena faktor ekonomi,” ujar Remaja Ginting, Kamis (22/1/2026).

Karena itu, upaya pencegahan tidak semata bertumpu pada alat, tetapi juga perilaku sehari-hari. Mulai dari memastikan kompor dan instalasi listrik dalam kondisi aman, tidak meninggalkan api tanpa pengawasan, hingga memperhatikan potensi korsleting di sekitar rumah.

“Waspada terhadap lingkungan sekitar adalah langkah paling awal dan paling murah,” ujarnya.

Sementara itu, data kebakaran di awal tahun ini menjadi pengingat bahwa kebakaran bukan semata peristiwa tiba-tiba, melainkan sering kali merupakan akumulasi dari kelalaian kecil yang luput diperhatikan.

“Di tengah keterbatasan alat dan kepadatan permukiman, kewaspadaan kolektif menjadi benteng pertama sebelum api membesar dan menelan korban,” katanya.

Terpisah, Kepala Disdamkarmat Kota Pematangsiantar, Herri Okstarizal, menyampaikan bahwa pihaknya telah menambah satu unit mobil suplai pemadam kebakaran berkapasitas 8.000 liter. Dengan penambahan tiga unit armada, saat ini Disdamkarmat Kota Pematangsiantar memiliki total delapan unit armada.

Menurut Herri, Disdamkarmat Kota Pematangsiantar saat ini tidak hanya bertugas dalam pemadaman kebakaran, tetapi juga menjalankan fungsi-fungsi lainnya sesuai kebutuhan masyarakat.

“Kami bekerja 1x24 jam selama tujuh hari dalam seminggu. Artinya, tidak ada hari libur bagi ASN di Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Pematangsiantar,” tandasnya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN