Sunday, July 19, 2026
home_banner_first
SAINS & TEKNOLOGI

Prakiraan Cuaca Malam Tahun Baru 2026 di Indonesia Menurut BMKG

Mistar.idRabu, 31 Desember 2025 pukul 11.13 WIB
prakiraan_cuaca_malam_tahun_baru_2026_di_indonesia_menurut_bmkg

Ilustrasi cuaca cerah. (foto:net/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Direktorat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca 31 Desember 2025 menjelang Tahun Baru 2026. Prakiraan dibagi ke dalam empat periode, yakni dini hari, pagi, siang, dan malam Tahun Baru.

Berdasarkan daftar prakiraan, hujan ringan diperkirakan turun di banyak kota besar Indonesia pada malam Tahun Baru 2026, sementara beberapa wilayah mengalami berawan hingga berawan tebal (langit tertutup awan lebih dari 90 persen). Hujan petir disertai angin kencang diprediksi terjadi di Pekanbaru dan Palangkaraya. Palu diperkirakan mengalami udara kabur, yaitu jarak pandang horizontal berkurang karena partikel di udara sekitar 1.000–5.000 meter.

Faktor Penyebab Cuaca Ekstrem

BMKG menjelaskan bahwa potensi hujan lebat, angin kencang, dan petir disebabkan oleh beberapa dinamika atmosfer, antara lain:

- Fenomena La Niña lemah dan seruan angin dingin dari Asia meningkatkan pembentukan awan hujan.

- Bibit Siklon 90S mendukung kondisi cuaca lebih aktif, berpotensi hujan sedang-lebat disertai angin kencang di Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jakarta, dan Jawa Barat pada periode 24 jam hingga 1 Januari 2026 pukul 07.00 WIB.

-Keberadaan Siklon Tropis Grant di Samudra Hindia selatan Bengkulu serta Siklon Hayleyl di selatan Nusa Tenggara Barat turut memicu intensitas hujan.

Prakiraan Cuaca Per Wilayah

29 Desember 2025–1 Januari 2026: Potensi hujan lebat hingga sangat lebat di Aceh, Sumatera Utara, Bengkulu, dan Nusa Tenggara Barat.

Angin kencang berpeluang terjadi di Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu, Jambi, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Maluku, dan Papua Selatan.

Secara umum, cuaca di Indonesia diprakirakan berawan hingga hujan ringan, dengan peningkatan hujan sedang di Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi, Maluku, dan sebagian besar wilayah Papua.

Imbauan BMKG

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menyampaikan agar masyarakat tetap tenang namun waspada, serta berhati-hati dalam merencanakan aktivitas, terutama perjalanan darat, laut, dan udara, serta kegiatan luar ruang seperti ibadah, wisata, dan perayaan malam pergantian tahun.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menambahkan bahwa kondisi cuaca dipengaruhi oleh La Niña lemah bersamaan dengan Indian Ocean Dipole (IOD) negatif.

Aliran angin monsun Asia dan suhu muka laut hangat di perairan Indonesia. Aktifnya gelombang atmosfer intra musiman seperti Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang Kelvin, dan Rossby Ekuator

BMKG juga menyediakan layanan Digital Weather for Traffic (DWT) melalui aplikasi InfoBMKG dan laman resmi BMKG untuk mendukung masyarakat memperoleh informasi cuaca real-time di sepanjang jalur perjalanan.

Masyarakat diimbau menyesuaikan rencana aktivitas dengan kondisi cuaca setempat dan mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang. (hm16)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN