Tuesday, July 14, 2026
home_banner_first
SAINS & TEKNOLOGI

NASA Siapkan SPBU Luar Angkasa

Mistar.idSabtu, 23 Mei 2026 pukul 06.00 WIB
nasa_siapkan_spbu_luar_angkasa

NASA. (Foto: Pixabay)

news_banner

Washington DC, MISTAR.ID

NASA sedang mengembangkan teknologi baru yang digadang-gadang menjadi kunci perjalanan manusia menuju Bulan hingga Mars. Teknologi itu akan diuji lewat misi satelit bernama LOXSAT yang fokus pada penyimpanan dan transfer bahan bakar kriogenik di luar angkasa.

Bahan bakar kriogenik merupakan jenis bahan bakar super dingin yang harus disimpan pada suhu ekstrem agar tetap berbentuk cair. Sistem ini dinilai penting untuk mendukung misi jarak jauh karena memungkinkan pesawat antariksa mengisi ulang bahan bakar langsung di orbit.

NASA menyebut konsep tersebut nantinya dapat berfungsi seperti SPBU di luar angkasa.

Misi LOXSAT dijadwalkan meluncur paling cepat 17 Juli 2026 menggunakan Rocket Lab dan roket Electron dari Selandia Baru.

Satelit ini memakai platform Photon dan akan menjalani misi selama sembilan bulan di orbit rendah Bumi.

Selama berada di luar angkasa, LOXSAT akan menguji 11 komponen berbeda untuk menjaga kestabilan bahan bakar kriogenik dalam kondisi mikrogravitasi.

Teknologi tersebut dianggap krusial karena wahana antariksa saat ini masih terbatas kapasitas bahan bakarnya ketika diluncurkan dari Bumi. Tanpa sistem pengisian ulang di orbit, perjalanan menuju Mars akan jauh lebih sulit dilakukan.

NASA menggandeng Eta Space untuk mengembangkan proyek ini. Hasil pengujian nantinya diharapkan membuka jalan bagi pembangunan depot bahan bakar di orbit bagi misi luar angkasa masa depan.

Teknologi kriogenik juga menjadi bagian penting dalam program Artemis program.

Dua wahana pendarat Bulan yang dipilih NASA, yakni Starship milik SpaceX dan Blue Moon milik Blue Origin, sama-sama menggunakan bahan bakar kriogenik.

Starship memakai oksigen cair dan metana cair, sedangkan Blue Moon menggunakan oksigen cair dan hidrogen cair.

Sampai sekarang, belum ada perusahaan yang berhasil membuktikan kemampuan penyimpanan jangka panjang maupun transfer bahan bakar kriogenik antar wahana di luar angkasa. Karena itu, LOXSAT dianggap berpotensi menjadi langkah awal menuju sistem pengisian bahan bakar antariksa.

Di saat bersamaan, SpaceX juga tengah menyiapkan uji terbang Starship Flight 12 yang disebut menjadi debut Starship versi terbaru dengan kemampuan pengisian bahan bakar di orbit.

Sementara itu, Blue Origin masih menyelesaikan tahap pengujian akhir Blue Moon MK1 di dekat Kennedy Space Center.

NASA sendiri menargetkan misi Artemis 3 berlangsung pada akhir 2027. Dalam misi tersebut, astronaut akan melakukan simulasi docking antara kapsul Orion dan wahana pendarat Bulan.

Jika seluruh pengujian berhasil, teknologi ini bisa menjadi fondasi penting bagi perjalanan manusia ke Bulan, Mars, dan eksplorasi luar angkasa jarak jauh di masa depan. (hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN