Wednesday, July 8, 2026
home_banner_first
SAINS & TEKNOLOGI

Performa Handphone Baru Masih Cepat, Kenapa Lama-lama Jadi Lemot?

Mistar.idJumat, 22 Mei 2026 pukul 09.56 WIB
performa_handphone_baru_masih_cepat_kenapa_lamalama_jadi_lemot

Smartphone. (Foto: Unitagstore)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Performa smartphone biasanya terasa sangat mulus saat pertama kali digunakan. Membuka aplikasi, berpindah menu, hingga menjalankan kamera bisa berlangsung cepat tanpa hambatan.

Namun, setelah dipakai berbulan-bulan, banyak pengguna mulai merasakan penurunan performa. Aplikasi jadi lebih lambat dibuka, keyboard kadang terlambat merespons, hingga proses pengolahan foto terasa lebih berat.

Kondisi ini sebenarnya wajar terjadi karena beban kerja ponsel terus bertambah, sementara kemampuan perangkat kerasnya tetap sama.

Salah satu penyebab utamanya berasal dari pembaruan sistem operasi dan aplikasi. Seiring waktu, fitur baru, animasi, dan efek visual terus ditambahkan oleh pengembang aplikasi maupun produsen ponsel.

Akibatnya, versi terbaru aplikasi membutuhkan daya pemrosesan dan memori yang lebih besar dibanding sebelumnya. Di sisi lain, spesifikasi ponsel tidak ikut meningkat sehingga performanya mulai terasa melambat.

Faktor lain datang dari banyaknya aplikasi yang menumpuk di perangkat. Tanpa disadari, pengguna sering memasang puluhan aplikasi meski tidak semuanya dipakai setiap hari.

Beberapa aplikasi tetap berjalan di latar belakang untuk memperbarui konten, sinkronisasi data, atau mengirim notifikasi otomatis. Aktivitas ini membuat RAM dan prosesor bekerja terus-menerus.

Aplikasi media sosial, layanan chat, hingga platform produktivitas termasuk yang paling sering membebani sistem di background.

Masalah penyimpanan internal juga menjadi penyebab umum handphone terasa lemot. Foto, video, cache, dan data aplikasi yang terus bertambah akan memenuhi memori perangkat.

Ketika ruang penyimpanan hampir habis, sistem operasi kesulitan menyediakan ruang sementara untuk menjalankan proses penting. Dampaknya, aplikasi menjadi lebih lambat dibuka dan respons ponsel menurun.

Agar performa smartphone tetap stabil, pengguna disarankan rutin membersihkan penyimpanan dengan menghapus aplikasi yang tidak diperlukan serta memindahkan file besar ke cloud atau media eksternal.

Idealnya, sisakan sekitar 10 hingga 15 persen ruang kosong pada memori internal agar sistem dapat bekerja optimal.

Pengguna juga bisa membatasi aktivitas aplikasi di latar belakang dengan mematikan notifikasi atau layanan lokasi untuk aplikasi yang jarang dipakai.

Cara sederhana lain yang cukup efektif adalah rutin me-restart ponsel setidaknya seminggu sekali. Proses ini membantu membersihkan file sementara dan menyegarkan sistem agar kembali bekerja lebih ringan.

Selain itu, penggunaan tampilan antarmuka yang minimalis seperti mematikan animasi berlebihan dan live wallpaper juga dapat membantu mengurangi beban kerja prosesor sekaligus membuat baterai lebih awet. (hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN