Google Siapkan Kacamata Pintar AI, Siap Saingi Meta Ray-Ban

Kacamata Pintar AI. (Foto: Expert Digital)
Jakarta, MISTAR.ID
Google resmi memperkenalkan kacamata pintar berbasis kecerdasan buatan yang dijadwalkan meluncur pada musim gugur 2026. Perangkat wearable ini diposisikan untuk bersaing dengan lini smart glasses milik Meta dan Ray-Ban yang lebih dulu populer di pasar.
Produk anyar tersebut menggunakan platform Android XR, ekosistem perangkat extended reality yang dikembangkan Google bersama Samsung dan Qualcomm. Teknologi AI Gemini menjadi pusat dari pengalaman penggunaan kacamata ini.
“Ini adalah waktu yang menarik untuk Android XR, platform yang kami bangun bersama Samsung dan Qualcomm, seiring Gemini terus membuka pengalaman baru di seluruh perangkat headset, kacamata, dan semua yang ada di antaranya,” ujar Shahram Izadi, dilansir dari CNN Indonesia, Jumat (22/5/2026).
Google membagi perangkat ini ke dalam dua model utama. Pertama adalah audio glasses yang fokus pada interaksi suara melalui speaker di sisi telinga. Kedua ialah display glasses yang dibekali layar kecil untuk menampilkan informasi langsung di lensa atau bingkai.
Varian audio glasses dipastikan menjadi model pertama yang meluncur ke pasar pada akhir tahun ini.
Untuk desain, Google menggandeng Gentle Monster dan Warby Parker agar perangkat tetap tampil modis dan nyaman dipakai sehari-hari.
Dalam ajang Google I/O 2026, Google memamerkan dua konsep desain awal, mulai dari model oval hingga semi kotak.
Kacamata pintar ini dapat dikendalikan lewat perintah suara maupun sentuhan pada bingkai. Pengguna bisa memanfaatkan Gemini untuk navigasi, menerjemahkan percakapan secara langsung, mengenali objek di sekitar, hingga mengedit foto secara instan.
Google juga menyematkan dukungan aplikasi pihak ketiga seperti Uber, Mondly, dan DoorDash sehingga pengguna dapat menjalankan berbagai aktivitas tanpa membuka ponsel.
Perangkat ini kompatibel dengan Android maupun iOS dan dirancang untuk menangani tugas multitahap di latar belakang.
Persaingan pengembangan smart glasses berbasis AI memang semakin panas dalam beberapa tahun terakhir. Banyak perusahaan teknologi mulai melihat perangkat wearable sebagai calon pengganti smartphone di masa depan.
CEO Meta, Mark Zuckerberg, bahkan pernah memprediksi bahwa pengguna kacamata biasa akan beralih ke kacamata pintar dalam satu dekade mendatang.
Menurutnya, perkembangan AI membuat interaksi lewat wearable menjadi lebih praktis dan natural dibandingkan penggunaan smartphone konvensional.
Tahun 2026 pun diperkirakan menjadi titik penting kebangkitan perangkat smart glasses karena dinilai mampu menghadirkan akses informasi instan tanpa harus terus menatap layar ponsel. (hm20)




















