Pasar Smartphone Turun 6 Persen pada Kuartal I 2026

Ilustrasi. Pasar smartphone global diperkirakan akan mengalami penurunan penjualan terbesar sepanjang sejarah pada tahun 2026. (Foto: CFOTO/Sipa USA via Reuters)
Jakarta, MISTAR.ID
Pasar smartphone global masih menghadapi tekanan pada kuartal pertama 2026 dengan penurunan pengiriman sebesar 6 persen secara tahunan, dipicu kelangkaan komponen memori dan melemahnya permintaan konsumen.
Berdasarkan laporan awal Market Monitor dari Counterpoint Research, penurunan tersebut disebabkan terbatasnya pasokan DRAM dan NAND serta sikap hati-hati konsumen dalam berbelanja.
Sejumlah produsen perangkat asli (OEM) merespons kondisi ini dengan menunda peluncuran produk baru hingga mengurangi jumlah perangkat yang dirilis ke pasar. Namun, sebagian lainnya memilih mempercepat pengiriman guna mengantisipasi kenaikan harga komponen dan biaya logistik.
“Penurunan volume pengiriman ini terutama disebabkan oleh produsen memori yang memprioritaskan pusat data AI dibandingkan perangkat elektronik konsumen,” ujar Shilpi Jain dalam keterangannya, Jumat (10/4/2026).
Ia menambahkan, kondisi tersebut menekan margin produsen sehingga kenaikan biaya bahan baku dibebankan langsung kepada konsumen. Dampaknya paling terasa pada segmen entry-level dan menengah yang sensitif terhadap harga.
Di tengah pelemahan pasar, Apple justru mencatat kinerja positif dengan memimpin pasar global untuk pertama kalinya pada kuartal pertama 2026. Apple meraih pangsa pasar 21 persen dan mencatat pertumbuhan tahunan sebesar 5 persen.
Sementara itu, Samsung berada di posisi kedua dengan pangsa pasar 20 persen setelah pengirimannya turun 6 persen secara tahunan, dipengaruhi melemahnya permintaan dan penundaan peluncuran seri S26.
Baca Juga: Snap Bakal PHK 1.000 Karyawan Akibat AI
Xiaomi menempati posisi ketiga dengan pangsa pasar 12 persen, meski pengirimannya anjlok hingga 19 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini dipicu tingginya ketergantungan pada segmen entry-level.
Posisi keempat dan kelima ditempati oleh OPPO dan Vivo dengan pangsa pasar masing-masing 11 persen dan 8 persen. Keduanya juga mengalami penurunan tahunan, meskipun Vivo masih memimpin pasar di India.
Di luar lima besar, Honor, Google, dan Nothing mencatat pertumbuhan signifikan, masing-masing sebesar 25 persen untuk Honor dan Nothing, serta 14 persen untuk Google.
Counterpoint memperkirakan tekanan pada pasar smartphone akan berlanjut, dengan krisis memori diprediksi berlangsung hingga akhir 2027. Produsen diperkirakan akan lebih memprioritaskan nilai dibandingkan volume serta mengoptimalkan strategi produk untuk menjaga daya saing di tengah kenaikan biaya komponen. (hm25)
BERITA TERPOPULER



















