Mengapa Venus Sangat Terang di Langit? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Planet Venus. (foto:shutterstock/nasa/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Jika Anda memandang langit saat fajar atau senja yang cerah, akan terlihat sebuah objek yang bersinar sangat terang dan stabil. Objek tersebut adalah Venus, planet tercerah kedua di langit setelah Bulan. Namun, apa yang sebenarnya membuat Venus tampak begitu menyilaukan?
Anthony Mallama, peneliti dari IAU’s Centre for Protection of the Dark and Quiet Sky, menjelaskan bahwa Venus jauh lebih terang dibandingkan bintang-bintang paling cemerlang sekalipun.
“Planet ini sekitar 100 kali lebih terang daripada bintang bermagnitudo pertama,” ujar Mallama, seperti dilansir Senin (22/12/2025).
Sebagai perbandingan, bintang tercerah Sirius memiliki magnitudo -1,47, sedangkan Venus dapat mencapai magnitudo -4,14. Dalam skala astronomi, semakin kecil angkanya, semakin terang objek tersebut.
Selimut Awan Pemantul Cahaya
Penyebab utama kecerahan Venus adalah nilai albedo yang sangat tinggi. Albedo merupakan ukuran seberapa besar cahaya Matahari yang dipantulkan kembali oleh suatu permukaan. Menurut Sanjay Limaye, ilmuwan dari University of Wisconsin–Madison, Venus memiliki albedo sebesar 0,76.
Artinya, Venus memantulkan sekitar 76 persen sinar Matahari yang diterimanya kembali ke angkasa. Sebagai perbandingan, Bumi hanya memantulkan sekitar 30 persen cahaya, sementara Bulan hanya sekitar 7 persen.
Kemampuan pantulan yang luar biasa ini berasal dari selimut awan tebal yang menyelimuti seluruh planet. Awan tersebut berada pada ketinggian 48 hingga 70 kilometer di atas permukaan Venus dan sebagian besar terdiri atas tetesan asam sulfat mikroskopis seukuran bakteri. Partikel-partikel inilah yang sangat efisien dalam menghamburkan cahaya Matahari.
Faktor Jarak dan Ukuran
Kedekatan Venus dengan Bumi juga berperan penting. Meskipun pada waktu tertentu Merkurius dapat berada lebih dekat dengan Bumi, ukuran Venus yang jauh lebih besar dengan diameter sekitar 12.104 kilometer membuatnya tampak lebih terang di mata manusia.
Namun, jarak Venus tidak selalu sama. Menariknya, ketika Venus berada pada titik terdekat dengan Bumi atau konjungsi inferior, planet ini justru tampak redup. Hal ini disebabkan oleh fase Venus yang mirip dengan fase Bulan. Saat berada di antara Bumi dan Matahari, sisi terang Venus membelakangi Bumi sehingga hampir tidak ada cahaya yang terlihat.
Fenomena Optik “Glory”
Venus justru mencapai kecerahan maksimum ketika hanya sebagian kecil permukaannya yang terlihat, menyerupai bulan sabit. Kondisi ini biasanya terjadi sekitar satu bulan sebelum dan sesudah konjungsi inferior.
Mallama menjelaskan bahwa pada fase ini, tetesan asam sulfat di atmosfer Venus menghamburkan cahaya Matahari langsung ke arah Bumi melalui fenomena optik khusus.
“Fenomena ini disebut glory dan termasuk dalam keluarga efek optik yang sama dengan pelangi,” jelasnya.
Kombinasi antara albedo yang tinggi, jarak yang relatif dekat dengan Bumi, serta fenomena hamburan cahaya tersebut membuat kecerahan Venus berfluktuasi antara magnitudo -4,92 hingga -2,98. Meski demikian, kilaunya tetap cukup kuat untuk diamati sepanjang tahun, bahkan dari kawasan perkotaan dengan tingkat polusi cahaya yang tinggi. (live science/mediaindonesia/hm16))
BERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER























