Saturday, June 20, 2026
home_banner_first
SAINS & TEKNOLOGI

Grok Terbaru Dibekali Fitur Kloning Suara Canggih

Mistar.idMinggu, 3 Mei 2026 10.18
EH
grok_terbaru_dibekali_fitur_kloning_suara_canggih

Logo Grok AI X Elon Musk (Foto: Hendrico Tobing)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Perusahaan kecerdasan buatan milik Elon Musk, xAI, resmi memperkenalkan model bahasa besar (LLM) terbaru mereka, Grok 4.3, yang turut dibekali fitur kloning suara canggih. Peluncuran ini terjadi di tengah dinamika internal perusahaan, setelah sejumlah pendiri awal dan peneliti diketahui hengkang.

Sebelumnya, model Grok sempat tertinggal dari para pesaing seperti OpenAI, Anthropic, Google, hingga pemain asal China seperti DeepSeek, Moonshot AI (Kimi), dan Alibaba (Qwen). Kini, xAI mencoba bangkit dengan strategi harga yang lebih kompetitif.

Untuk akses API, Grok 4.3 dipatok sekitar 1,25 dolar AS per satu juta token input dan 2,50 dolar AS untuk output. Tarif ini disebut lebih murah dibanding versi sebelumnya, bahkan mendekati harga model open-source dari China seperti Xiaomi MiMo, MiniMax, dan Z.ai.

Model ini sempat diuji terbatas pada April untuk pelanggan SuperGrok dan pengguna X Premium+, sebelum akhirnya dibuka untuk publik melalui API xAI dan mitra seperti OpenRouter.

xAI juga memperkenalkan skema tarif yang tidak biasa. Pengembang bisa dikenai penalti jika perintah yang diberikan melanggar aturan keamanan, sementara fitur seperti prompt caching justru mendapat potongan biaya. Ada pula biaya tambahan untuk penggunaan tools tertentu dalam skala besar.

Salah satu pembaruan utama ada pada kemampuan penalaran yang kini selalu aktif. Artinya, sistem akan terus “berpikir” sebelum memberikan jawaban, dan proses ini dihitung sebagai biaya tambahan dalam bentuk reasoning tokens.

Grok 4.3 mendukung input teks dan gambar dengan kapasitas context window hingga satu juta token—cukup untuk memproses dokumen sangat panjang atau kode aplikasi kompleks. Namun, biaya komputasi bisa meningkat signifikan jika penggunaan melampaui batas tertentu.

Meski basis pengetahuannya berhenti pada Desember 2025, model ini dilengkapi kemampuan pencarian real-time melalui web dan platform X (Twitter).

Tak hanya itu, Grok 4.3 juga dirancang sebagai agen digital yang mampu menyelesaikan berbagai tugas kompleks. Dalam uji coba, AI ini dapat membuat file Excel (.xlsx) dengan perhitungan rumit, menyusun laporan PDF lengkap dengan elemen visual, hingga merancang presentasi PowerPoint dengan struktur yang rapi.

Kemampuan tersebut diperkuat dengan fitur eksekusi kode Python dalam lingkungan terbatas (sandbox) serta sistem pencarian berbasis RAG (Retrieval-Augmented Generation), yang memungkinkan AI menemukan dan mengolah informasi secara lebih kontekstual. (hm20)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN