13 April 2029: Asteroid Raksasa 99942 Apophis Melintas Super Dekat Bumi

Ilustrasi, Asteroid Raksasa 99942 Apophis Melintas Super Dekat Bumi. (foto:ferry/gemini/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Langit malam pada 13 April 2029 akan menjadi saksi salah satu peristiwa astronomi paling langka dalam sejarah modern. Sebuah asteroid raksasa bernama 99942 Apophis akan melintas sangat dekat dengan Bumi — bahkan lebih dekat dari sejumlah satelit komunikasi.
Fenomena ini bukan hanya menarik bagi ilmuwan, tetapi juga berpotensi bisa disaksikan langsung dengan mata telanjang.
Lantas, apa sebenarnya Apophis? Seberapa besar ukurannya? Dan apakah asteroid ini berbahaya?
Apa Itu 99942 Apophis?
99942 Apophis adalah asteroid tipe Near-Earth Object (NEO) yang orbitnya memotong jalur orbit Bumi. Ia ditemukan pada 19 Juni 2004 oleh astronom di Kitt Peak National Observatory, Amerika Serikat.
Nama “Apophis” diambil dari dewa kekacauan dalam mitologi Mesir kuno. Sementara angka “99942” adalah nomor registrasi resmi yang diberikan oleh Minor Planet Center setelah orbitnya terkonfirmasi. Angka tersebut menunjukkan urutan asteroid yang telah terdata secara resmi dalam katalog internasional.
Ketika pertama kali ditemukan, Apophis sempat mengejutkan komunitas ilmiah karena memiliki probabilitas tabrakan sekitar 2,7 persen untuk tahun 2029 — menjadikannya salah satu asteroid dengan rating tertinggi dalam sejarah pengamatan modern pada Skala Torino.
Namun, pengamatan lanjutan menggunakan radar presisi tinggi oleh NASA memastikan bahwa tidak ada potensi tabrakan dengan Bumi pada 2029 maupun setidaknya dalam 100 tahun ke depan.
Seberapa Besar Asteroid Ini?
Berdasarkan data terbaru NASA, diameter Apophis diperkirakan sekitar 335–340 meter.
Sebagai gambaran:
- Tingginya setara gedung pencakar langit 100 lantai
- Lebih panjang dari dua lapangan sepak bola
- Jauh lebih besar dibanding asteroid Chelyabinsk (2013) yang hanya sekitar 20 meter
Bentuknya tidak bulat sempurna, melainkan memanjang dan berotasi tidak stabil (tumbling). Karakteristik ini membuat Apophis menjadi objek riset penting untuk memahami struktur internal asteroid.
Jika asteroid sebesar ini benar-benar menabrak Bumi, dampaknya akan berskala regional hingga lintas negara. Namun, kembali ditegaskan: tidak ada risiko tabrakan dalam waktu dekat.
Seberapa Dekat Ia Akan Melintas?
Puncak peristiwa akan terjadi pada: 13 April 2029.
Pada tanggal tersebut, Apophis akan melintas pada jarak sekitar 31.600 kilometer dari permukaan Bumi.
Sebagai perbandingan, orbit satelit geostasioner berada di kisaran 36.000 kilometer. Artinya, asteroid ini akan melintas lebih dekat daripada sebagian satelit komunikasi yang mengorbit Bumi.
Menurut perhitungan dinamika orbit terbaru NASA, pendekatan sedekat ini untuk asteroid sebesar Apophis hanya terjadi sekali dalam ribuan tahun.
Baca Juga: Asteroid 2024 YR4 Diprediksi Nabrak Bulan
Apakah Bisa Dilihat dengan Mata Telanjang?
Ya.
Pada saat jarak terdekatnya, Apophis diperkirakan akan cukup terang untuk terlihat seperti bintang bergerak di langit malam, terutama dari wilayah Eropa, Afrika, dan sebagian Asia — termasuk kemungkinan wilayah Indonesia jika kondisi langit mendukung.
Astronom memperkirakan asteroid ini akan memiliki magnitudo yang memungkinkan pengamatan tanpa teleskop, terutama dari lokasi minim polusi cahaya.
Fenomena ini menjadikannya sebagai salah satu asteroid terbesar dalam sejarah modern yang bisa disaksikan langsung tanpa alat bantu optik.
Misi Antariksa Menuju Apophis
Momen flyby 2029 juga dimanfaatkan untuk kepentingan ilmiah.
Wahana OSIRIS-APEX milik NASA dijadwalkan untuk mendekati dan mempelajari Apophis setelah peristiwa lintasan dekat tersebut. Misi ini akan mengamati bagaimana gravitasi Bumi memengaruhi struktur, rotasi, dan permukaan asteroid.
Sementara itu, European Space Agency (ESA) juga merancang misi khusus untuk melakukan observasi detail terhadap perubahan yang terjadi akibat interaksi gravitasi dengan Bumi.
Ilmuwan memperkirakan tarikan gravitasi Bumi bisa menyebabkan perubahan rotasi dan bahkan memicu longsoran kecil di permukaan asteroid.
Mengapa Peristiwa Ini Penting?
Flyby Apophis bukan sekadar tontonan langit.
Peristiwa ini menjadi:
- Laboratorium alami untuk mempelajari efek gravitasi terhadap asteroid besar
- Simulasi nyata dalam sistem pertahanan planet (planetary defense)
- Momentum edukasi publik tentang ancaman asteroid dan mitigasinya
Data yang dikumpulkan akan membantu para ilmuwan menyempurnakan sistem deteksi dan strategi mitigasi jika suatu hari asteroid lain benar-benar mengarah ke Bumi.
Kesimpulan: 99942 Apophis bukanlah ancaman bagi Bumi dalam waktu dekat. Namun, kedatangannya pada 13 April 2029 akan menjadi peristiwa langit paling spektakuler abad ini.
Asteroid raksasa setinggi gedung 100 lantai yang melintas lebih dekat dari satelit komunikasi — dan berpotensi bisa disaksikan langsung tanpa teleskop — adalah momen langka yang mungkin hanya terjadi sekali dalam ribuan tahun.
Dunia akan menatap langit malam, bukan dengan rasa takut, melainkan dengan rasa ingin tahu.
(berbagaisumber/ai/hm27)
BERITA TERPOPULER























