Tujuh Siswa SMA Negeri 1 Raya Lolos ke UNHAN

Kepala Sekolah SMA N 1 Raya, Dameanto Purba.(foto: Istimewa/mistar)
Simalungun, MISTAR.ID (4/7/2026)-Keberhasilan SMA Negeri 1 Raya mengantarkan siswanya ke perguruan tinggi pada 2026 kembali bertambah. Setelah 110 siswa dinyatakan lulus Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), kini tujuh murid sekolah itu diterima di Universitas Pertahanan (UNHAN) Republik Indonesia.
Pengumuman tersebut menjadi kabar menggembirakan bagi sekolah, karena UNHAN merupakan salah satu perguruan tinggi yang proses seleksinya cukup ketat.
Kepala SMA Negeri 1 Raya, Dameanto Purba, mengatakan keberhasilan itu merupakan hasil pembinaan yang dilakukan sekolah selama ini.
Menurutnya, selain memperkuat pembelajaran di kelas, sekolah juga memberi perhatian pada pembentukan disiplin dan kesiapan mental siswa.
"Program kita menerapkan tidak ada kelas tanpa guru. Jadi proses belajar tidak pernah terhenti. Selain itu ada bimbingan belajar, pendampingan untuk sekolah kedinasan, dan latihan psikotes," katanya, Sabtu (4/7/2026).
Ia menilai, keberhasilan para siswa tidak hanya karena usaha di sekolah. Dukungan orang tua juga menjadi bagian penting dalam proses tersebut.
"Iya, sangat membantu dengan adanya les tambahan seperti GO dan Talenta. Itu semua tentunya peran orang tua dari masing-masing siswa," ujar Dameanto.
Tujuh siswa yang lolos ke UNHAN tahun 2026 masing-masing Siska Malau di Program Studi Kedokteran Gigi, Nikodemus Feoanta Sitepu di Program Studi Informatika, Gabriel I.V. Pasaribu di Program Studi Informatika, Rizky Ummairoh di Program Studi Informatika, Yefta M. Simbolon di Program Studi Teknik Elektro, Grace N. Sormin di Program Studi Matematika, serta Hari D.P. Hutasoit di Program Studi Fisika.
Capaian tersebut melengkapi hasil seleksi masuk perguruan tinggi yang sebelumnya diraih SMA Negeri 1 Raya. Dari 205 siswa yang mengikuti SNBT, sebanyak 110 orang dinyatakan lulus atau sekitar 53,66 persen. Selain itu, 25 siswa lebih dulu diterima melalui jalur SNBP.
Bagi SMA Negeri 1 Raya, keberhasilan itu menjadi penanda bahwa pembinaan akademik yang dipadukan dengan kedisiplinan serta dukungan keluarga mampu membuka peluang siswa bersaing, tidak hanya di perguruan tinggi negeri, tetapi juga di sekolah kedinasan.(*)






















