Pendaftaran OSN Dibuka, Tiap Sekolah Berhak Kirimkan 15 Perwakilan Siswa Terbaik

Ilustrasi OSN. (Foto: Gemini/Mistar)
Medan, MISTAR.ID
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Medan membuka pendaftaran Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat SD dan SMP pada 1–28 Februari. Setiap sekolah berhak mengirimkan perwakilan siswa terbaik melalui Dapodik, masing-masing lima peserta untuk bidang Matematika, IPS, dan IPA.
Hal itu disampaikan perwakilan Disdikbud Kota Medan, Erina Manik. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara siswa, guru, dan kepala sekolah menjadi kunci dalam menyukseskan ajang tersebut.
“Jadi masing-masing sekolah boleh mengirimkan duta-duta terbaik dari setiap sekolah 15 orang melalui Dapodik,” ujarnya di Perguruan Katolik Yayasan Seri Amal Medan, Senin (23/2/2026).
Ia menambahkan, selain OSN, Dinas Pendidikan juga akan melanjutkan agenda lomba lainnya, yakni FLS3N (Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional) pada April untuk menampung bakat seni, serta O2SN (Olimpiade Olahraga Siswa Nasional) pada Juni dengan sejumlah cabang olahraga.
“Jadi ini juga untuk menampung orang-orang yang berbakat seni dan dilanjutkan dengan O2SN, semua olahraga, mungkin ada enam cabang,” tuturnya.
Erina mengakui keterbatasan daya tampung Dinas Pendidikan dalam memfasilitasi seluruh peserta didik. Ia menyebutkan jumlah siswa SD se-Kota Medan mencapai sekitar 200 ribu orang.
Karena itu, pihaknya berharap setiap yayasan pendidikan dapat turut menghadirkan wadah pengembangan potensi bagi siswa. Ia juga mengingatkan para guru agar terus meningkatkan kompetensi di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan karakter peserta didik.
“Maka kami mengajak bapak ibu guru, mari kita upgrade diri kita dengan tetap belajar, belajar, dan terus belajar,” katanya lagi.
Menurut Erina, pemanfaatan media digital dan video edukasi dalam pembelajaran menjadi salah satu langkah adaptif yang perlu dilakukan guru saat ini. Ia menekankan bahwa belajar bukanlah bentuk ketidakmampuan, melainkan upaya menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.
“Jangan berhenti di situ, jangan merasa kita sudah di titik nyaman, tapi mari kita terus meng-upgrade diri,” ucapnya. (hm20)





















