Kurikulum Marsipature Hutanabe Dinilai sebagai Upaya Mempertahankan Budaya Lokal di Sumut

Anggota Komisi E DPRD Sumatera Utara, Dameria Pangaribuan. (foto:instagramdameria/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Anggota Komisi E DPRD Sumatera Utara (Sumut), Dameria Pangaribuan, menilai upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) untuk kembali menerapkan kurikulum Marsipature Hutanabe dalam dunia pendidikan merupakan langkah yang tepat.
Menurutnya, hal tersebut dapat menjadi upaya bagi generasi muda untuk mempertahankan kearifan lokal serta menjaga warisan budaya yang semakin tergerus pengaruh media sosial.
“Saya rasa itu bagus, kalau itu sudah dimasukkan menjadi kurikulum dan ekstrakurikuler untuk mempertahankan budaya daerah, karena saat ini semakin tergerus oleh media sosial,” katanya kepada Mistar saat dikonfirmasi, Selasa (18/11/2025).
Politisi PDI Perjuangan itu menjelaskan bahwa dengan diterapkannya kurikulum tersebut pada dunia pendidikan, diharapkan para pelajar dapat terus mengingat dan mencintai budaya Indonesia, khususnya budaya lokal.
“Nantinya diharapkan anak-anak sekolah atau para pelajar dapat kembali mencintai budaya, karena selama ini kebanyakan anak menganggap kebudayaan itu kuno,” ujarnya.
Diketahui, Kepala Dinas Pendidikan Sumut, Alexander Sinulingga, mengungkapkan bahwa esensi dari kurikulum tersebut merupakan muatan lokal berbasis kearifan daerah yang dihidupkan kembali untuk memperkuat identitas dan karakter peserta didik.
Ia menegaskan bahwa kurikulum ini akan dikembangkan sebagai bagian dari mata pelajaran muatan lokal. Para tenaga pendidik yang mengajar nantinya juga berasal dari muatan lokal yang sebelumnya sudah ada. (hm16)
BERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER



















