Inovasi Pembelajaran di Nias Selatan: Hombo Batu hingga Digitalisasi Bantu Siswa Lebih Mudah Belajar

Kepala SMPN 1 Teluk Dalam, Fridawati Maduwu memperlihatkan beberapa inovasi pembelajaran dari siswa SMP dan SD Nias Selatan (foto:susan/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Kepala SMPN 1 Teluk Dalam, Fridawati Maduwu, menegaskan bahwa sekolah-sekolah di wilayah Nias Selatan terus berinovasi dalam pembelajaran, mulai dari pemanfaatan kearifan lokal hingga digitalisasi.
Salah satunya, sebut Fridawati, adalah penggunaan kearifan lokal hombo batu sebagai media belajar materi perbandingan dan pengukuran bangun ruang. “Supaya anak-anak bisa menyukai pembelajaran matematika,” katanya kepada Mistar di Medan, Rabu (3/12/2025).
Berbagai karya siswa dari Nias Selatan juga pernah dibawa dan ditampilkan pada pameran pendidikan belum lama ini, sebagai bentuk penerapan intrakurikuler berbasis Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA).
Ia menyebutkan, di antaranya adalah jembatan hidrolik sebagai penerapan Hukum Pascal untuk siswa kelas IX, tabung numerasi bernama rulian (rumah perkalian) bagi siswa kelas VII yang belum menguasai perkalian, hingga jurnal perubahan perilaku dalam penerapan tujuh kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
Semua ini ditujukan untuk membantu memudahkan para siswa dalam mengingat dan mengerjakan pelajaran di sekolah.
Digitalisasi pembelajaran juga dikembangkan menjadi barcode yang memuat video-video inovasi. Tiga contoh yang dipresentasikan adalah pemanfaatan gim dalam matematika, penggunaan smartphone untuk pelajaran bahasa Inggris, serta media Q-Creative agar siswa dapat mempelajari IPA dalam visual tiga dimensi.
Selain karya digital, sekolah-sekolah di Nias Selatan turut membuat lukisan kampanye stop kekerasan dan perundungan terhadap anak, pakaian adat dari karung, baju eco print, hingga rangkaian listrik paralel hasil kolaborasi siswa SD dan SMP.
Fridawati berharap upaya tersebut mendorong wajah pendidikan Nias Selatan menjadi lebih kreatif dan berkesadaran. “Sehingga, pembelajaran digitalisasi itu bukan hal yang menakutkan lagi, tetapi bisa menjadi sumber belajar untuk anak-anak kita,” tuturnya.
Ia juga berharap kegiatan seperti pameran pendidikan dan program lainnya yang dilakukan di Kota Medan dapat meningkatkan keterampilan siswa yang dapat diaplikasikan dan dimanfaatkan sebagai media pembelajaran, terutama dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.
BERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER



















