Sunday, July 19, 2026
home_banner_first
SAHABAT PENDIDIKAN

Inovasi Guru Sumut: Mugadasi dan Mopen Tingkatkan Capaian Belajar Murid

Mistar.idSelasa, 9 Desember 2025 pukul 17.34 WIB
inovasi_guru_sumut_mugadasi_dan_mopen_tingkatkan_capaian_belajar_murid

Guru SLB Negeri Angkola Timur Tapsel, Nelvida Mita Tambunan (kiri), dan Edi Salim Chaniago (kanan), guru dari SMP Negeri 14 Binjai. (foto:BBGTK Sumut/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Keterbatasan fasilitas dan tantangan kompleks di kelas berhasil dijawab tuntas oleh dua inovator pendidikan asal Sumatera Utara. Dalam seminar pendidikan berbagi praktik baik yang digelar Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Sumut di Medan, sejumlah guru memaparkan terobosan mereka yang berdampak signifikan pada capaian belajar murid.

Guru SLB Negeri Angkola Timur, Tapsel, Nelvida Mita Tambunan menyampaikan bahwa pembelajaran interaktif berbasis Mugadasi (Multimedia Game Edukasi) terbukti efektif dalam menciptakan pengalaman belajar yang mendalam dan menarik bagi murid SLB.

Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan motivasi belajar, tetapi juga membantu membentuk karakter murid yang kreatif, mandiri, dan bernalar kritis.

"Pembelajaran interaktif berbasis Mugadasi ini juga membentuk siswa jadi lebih jujur, bertanggung jawab, dan mampu berkomunikasi dengan baik,” ujar Nelvida, Selasa (9/12/2025).

Metode pembelajaran Mugadasi menggabungkan multimedia, seperti teks, gambar, audio, dan video, dengan elemen permainan seperti tantangan dan skor, dengan tujuan menciptakan pengalaman belajar yang menarik, memotivasi, dan efektif agar siswa lebih mudah memahami materi yang sulit.

Sementara itu, Edi Salim Chaniago, guru dari SMP Negeri 14 Binjai, mengatasi masalah rendahnya mutu, sistem double shift, dan kurangnya kolaborasi guru melalui Collaborative Teaching via Mopen (Moving and Open Class) berbantuan platform Padi Kapas.

Ia menjelaskan bahwa kolaborasi guru dalam komunitas belajar, didukung Padi Kapas, kini membuat pengelolaan kelas lebih memotivasi dan proses pembelajaran terlaksana secara tuntas.

“Melalui kolaborasi guru dalam komunitas belajar, pengelolaan kelas kini lebih memotivasi. Proses pembelajaran juga terlaksana secara tuntas, dan peserta didik mendapat ruang untuk belajar mandiri sesuai kebutuhannya. Hasilnya, minat dan capaian belajar peserta didik meningkat di berbagai mata pelajaran,” tuturnya. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN