Kolaborasi dan Teknologi Kunci Tingkatkan Mutu Pendidikan Sumut

Para siswa di Sekolah Rakyat Menengah 2 Medan sedang belajar dan bermain menggunakan aplikasi menghitung di smartboard. (foto:Susan/Mistar)
Medan, MISTAR.ID
Penguatan ekosistem sekolah melalui kolaborasi antar kepala sekolah dan pemanfaatan teknologi untuk pengembangan karakter murid dinilai penting untuk meningkatkan mutu pendidikan.
Hal itu disampaikan sejumlah narasumber dalam seminar pendidikan berbagi praktik baik yang dilaksanakan oleh Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) di Medan.
Guru SD Negeri 020619 Binjai, Alberto Maradona Sitepu, membagikan keberhasilan Program Sister School sebagai langkah strategis untuk menguatkan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) di Kecamatan Binjai Selatan.
Baca Juga: Dewan Pendidikan Palas Sosialisasikan Permendikbud No 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah
Ia menyebutkan bahwa program ini memungkinkan KKKS yang sebelumnya kurang optimal menjadi saling berbagi praktik baik, memecahkan masalah bersama, dan merancang inovasi pembelajaran yang sesuai kebutuhan peserta didik.
"Sister School mendorong kolaborasi antara kepala sekolah, guru, dan murid sehingga seluruh ekosistem sekolah dapat tumbuh, saling menguatkan, dan berkembang bersama," kata Alberto, Selasa (9/12/2025).
Program ini dikenal sebagai kemitraan antar sekolah dengan tujuan meningkatkan mutu pendidikan melalui pertukaran pengetahuan, pengalaman, hingga budaya.
Sementara itu, Giarna Arinda Tanbalika dari SMP Negeri 14 Binjai memaparkan pentingnya peran teknologi dalam implementasi kebijakan baru 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH) 2025. Ia menjelaskan bahwa penerapan 7 KAIH membutuhkan kolaborasi guru, siswa, dan orang tua.
Giarna menyatakan bahwa kehadiran sistem monitoring berbasis aplikasi memudahkan pemantauan aktivitas 7 KAIH secara real time, baik di sekolah maupun di rumah. Platform ini mempermudah pengukuran penguatan karakter murid, menjadi lebih terdokumentasi, dan dapat dievaluasi secara berkala.
“Di SMP Negeri 14 Binjai, aktivitas 7 KAIH ini telah tercatat dengan baik dan dapat dipantau langsung oleh para guru dan orang tua,” ucapnya.
Senada dengan perlunya kolaborasi, Antony Lavinci dari SMAN 1 Bosar Maligas Simalungun menekankan bahwa digitalisasi pembelajaran membutuhkan kerja sama seluruh warga sekolah.
Ia menambahkan bahwa kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, siswa, dan orang tua memiliki peran masing-masing untuk memastikan teknologi digunakan secara efektif, aman, dan berkelanjutan.
“Dengan adanya kolaborasi seperti ini, sekolah dapat mewujudkan ekosistem digital yang utuh dan mendukung pembelajaran modern,” ujarnya. (hm27)



















