Kemdiktisaintek Salurkan Rp124,3 Miliar Lewat Tiga Skema Bantuan untuk Sumatera

Kemdiktisaintek. (Foto: Linktree/Mistar)
Jakarta, MISTAR.ID
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menyampaikan bahwa total Rp124,3 miliar telah digelontorkan untuk penanganan darurat bencana di kawasan Sumatera.
Dana tersebut dialokasikan melalui tiga skema utama, yakni Rp46,5 miliar untuk program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), Rp6,8 miliar untuk Penggalangan Dana Kemanusiaan, serta Rp71 miliar sebagai bantuan biaya hidup bagi mahasiswa dan dosen yang terdampak.
“Pelaksanaan program tanggap darurat bencana dirancang agar bisa berjalan sesegera mungkin, namun tetap menjaga akuntabilitas,” kata Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang) Kemdiktisaintek, Fauzan Adziman, dilansir dari Kompas.com pada Rabu (10/12/2025).
Ia menjelaskan bahwa program PkM merupakan penugasan bagi 28 perguruan tinggi di daerah bencana sebagai kampus posko, dibantu oleh 10 perguruan tinggi lain di luar Sumatera.
Perguruan tinggi tersebut bertugas menangani berbagai aspek, mulai dari pendataan kebutuhan, layanan kesehatan, pemulihan lingkungan, sanitasi, dukungan psikososial, logistik, hingga penyediaan air bersih.
Adapun program Penggalangan Dana Kemanusiaan melibatkan seluruh unsur pegawai, PTN, LLDikti, PTS, sampai unit kerja internal Kemdiktisaintek. Dana donasi dihimpun melalui rekening resmi Diktisaintek Peduli sebagaimana diatur dalam surat Sekretaris Jenderal nomor 3224/DST/A/AK.00.07/2025. Sementara itu, bantuan biaya hidup menjangkau 15.833 penerima Program Indonesia Pintar (PIP), 3.100 mahasiswa beasiswa ADik, serta 554 dosen yang ikut terdampak bencana.
Setiap mahasiswa memperoleh bantuan Rp1.250.000 per bulan selama tiga bulan, sedangkan dosen menerima Rp4.500.000 per bulan selama dua bulan. Fauzan menegaskan bahwa kunjungan langsung ke wilayah terdampak sangat penting untuk memastikan kondisi lapangan dan menentukan tindak lanjut program.
“Informasi yang dikumpulkan secara berkelanjutan dari kampus posko sangat membantu pelaksanaan program tanggap bencana agar lebih efisien dan tepat sasaran,” ujar Fauzan Adziman.
Ia menambahkan bahwa Kemdiktisaintek terus melakukan koordinasi harian dengan LLDikti, kampus posko, serta perguruan tinggi pendukung guna memastikan penanganan yang cepat, tepat, dan berkesinambungan. (hm20)
PREVIOUS ARTICLE
Kolaborasi dan Teknologi Kunci Tingkatkan Mutu Pendidikan SumutBERITA TERPOPULER























