Inggou Victory Promosikan Budaya dan Seni Indonesia di Beograd Serbia

Direktur Inggou Victory, Roynaldo Saragih (tengah) bersama anak didiknya. (foto: istimewa/mistar)
Beograd, MISTAR.ID
Dikenal aktif dalam paduan suara anak di Kota Pematangsiantar hingga tingkat nasional, Inggou Victory Choir (Ivory) kini mulai mengembangkan sayap hingga jauh ke negeri Eropa.
Melalui rangkaian kunjungan perjalanan Eropa baru-baru ini, Founder/Direktur Inggou Victory Roynaldo Halomoan Saragih melakukan silaturahmi dengan Duta Besar Indonesia untuk Republic Serbia, His Excellency Andreano Erwin.
"Salah satu kunjungan resmi adalah ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beograd. Dalam pertemuan tersebut, Bapak Duta Besar Andreano Erwin menyambut hangat dan memberikan kemungkinan kerjasama untuk promosi budaya dan seni Indonesia di Beograd Serbia," kata Roynaldo kepada Mistar, Selasa (19/5/2026).
Dikatakannya, Dubes RI untuk Serbia menjelaskan di KBRI telah ada tim gamelan dan beberapa kali telah mengirimkan mahasiswa Serbia untuk sekolah di Indonesia.
"Dengan adanya rencana kerjasama ini, akan lebih sering lagi diadakan pembelajaran tentang kekayaan seni budaya dan musik di Indonesia," ujarnya.
Menurut Roynaldo, posisi Republik Serbia menjadi salah satu negara strategis untuk dikunjungi tim Inggou Victory. Pasalnya, pemegang paspor Indonesia dibebaskan dari pengurusan visa untuk kunjungan wisata ke Serbia hingga 30 hari.
Hal ini memudahkan bentuk kerjasama program seperti kunjungan Inggou Victory ke Beograd sebagai ibukota Serbia sekaligus merupakan kota terbesar di Serbia dan juga negara Eropa terdekat dengan Serbia.
"Bila program kita ke depan seperti European Tour 2028 terealisasi maka Ivory akan berkesempatan untuk mengikuti festival, promosi budaya melalui suguhan konser sendratari paduan suara," tuturnya.
Diketahui, Serbia terletak di Benua Eropa, tepatnya di kawasan Eropa Tenggara dan Tengah di Semenanjung Balkan. Negara yang beribu kota di Beograd ini berbatasan langsung dengan negara-negara seperti Hungaria, Rumania, Bulgaria, dan Kroasia.
Mayoritas penduduk negara Serbia menganut agama Kristen Ortodoks. Berdasarkan data demografi resmi, sekitar 81% hingga lebih dari 84% populasi di negara ini merupakan bagian dari Gereja Ortodoks Serbia.
Serbia adalah negara yang terkurung daratan yang terletak di Eropa Tenggara, dikenal karena sejarahnya yang kaya dan keragaman budayanya. Negara ini terletak di bagian tengah Semenanjung Balkan dan berbatasan dengan Hongaria, Rumania, Bulgaria, Makedonia Utara, Kroasia, Bosnia dan Herzegovina, serta Montenegro.
Serbia dikenal karena kemurahan hati dan sambutan hangat mereka, baik di kota maupun desa, karena menjamu tamu adalah nilai budaya inti. Serbia memiliki sejarah panjang yang kaya akan seni dan arsitektur keagamaan, seperti biara-biara Serbia, yang merupakan situs Warisan Dunia UNESCO.
Roynaldo sempat bercerita memberikan kuliah dan pertemuan dengan pihak terkait untuk kerjasama pembinaan seni budaya Indonesia. Termasuk Malvino G Michiels, selaku Sekretaris 1 Fungsi Penerangan Sosial Budaya yang akan menjadi narahubung kegiatan ke depannya.
Roynaldo menjelaskan terjalinnya kerjasama ini karena sebelumnya pihak KBRI mencari universitas untuk pelaksanaan perkuliahan musik Indonesia. Dia juga tak menampik perjalanannya ke Serbia karena adanya akses pertemanan yang memungkinkan kerja sama tersebut akhirnya bisa disepakati.
Secara khusus, Roynaldo berprinsip perkenalan budaya bisa dilakukan dimana saja. Dalam hal ini, Serbia sangat terbuka untuk pemegang paspor WNI dengan segala kemudahannya bisa diakses lebih mudah.
"Program ini sifatnya terbuka, bisa dikemas dalam bentuk kerjasama Inggou Victory dan KBRI Serbia, maupun KBRI dengan Pemerintah Kota Pematangsiantar maupun Kabupaten Simalungun," katanya terkait kerja sama musik dan budaya tersebut.
Melalui kerja sama ini, lanjut dia, generasi muda yang memiliki kecakapan di bidang seni budaya mendapatkan pengalaman berangkat secara reguler dan bergiliran ke negara Eropa untuk promosi budaya Indonesia sekaligus membuka wawasan yang lebih luas untuk cross culture (lintas budaya).
Dikatakannya, Ivory juga pernah memiliki kerjasama serupa dengan KBRI Manila di Filipina dan juga pernah menggelar pementasan di negara tersebut. Tak bisa dipungkiri, Ivory memang telah menggelar pementasan internasional di beberapa negara seperti Filipina, Malaysia, Singapura dan beberapa lainnya.
Kini, Ivory yang tetap setia menjadi paduan suara anak tersebut semakin berkembang dan juga telah meraih berbagai prestasi baik lokal maupun nasional. Tak hanya itu, talenta-talenta muda yang pernah mencicipi pembelajaran di bawah pengajarannya juga telah cukup banyak dan menjadi contoh dan teladan bagi generasi muda yang terus bertumbuh di Ivory.
Bercerita tentang Inggou Victory, Roynaldo mengungkap kelompok paduan suara anak tersebut telah berdiri sejak tahun 2008 lalu. Bila dihitung sejak terbentuknya, maka dirinya sudah melatih ribuan anak menjadi talenta-talenta paduan suara.
Hingga saat ini, kata Roynaldo, Ivory memiliki anggota paduan suara sebanyak 45 orang. Selain itu, Ivory juga membuka les privat piano, gitar, drum, biola, organ, keyboar dan olah vokal dan kini memiliki sedikitnya 200 an murid.
Sembari mempersiapkan rencana European Tour 2028, Roynaldo juga tengah mempersiapkan anak didiknya mengikuti Pesparawi (Pesta Paduan Suara Gerejawi) adalah festival seni budaya dan keagamaan Kristen Protestan di Indonesia yang berfokus pada paduan suara dan musik gerejawi.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai sarana pembinaan mental, spiritual, dan perwujudan iman umat Kristiani, sekaligus sebagai ajang silaturahmi antar jemaat.
"Kami akan mengikuti Pesparawi Nasional XIV 2026 yang akan diselenggarakan di Manokwari, Provinsi Papua Barat pada 18-28 Juni 2026 mendatang," ucap Roynaldo.
Pesparawi Nasional 14 tersebut diperkirakan akan dihadiri oleh sekitar 8.000 peserta dari 38 provinsi di seluruh Indonesia. Sementara Ivory akan hadir sebagai perwakilan Provinsi Sumatera Utara.
Keseriusan Ivory menatap Pesparawi Nasional 2026 terlihat saat menggelar konser di GKPS Peniel Kota Pematangsiantar beberapa waktu lalu. Kelompok umur anak ini bahkan masih memiliki anggota berusia sangat belia.
Namun, istimewanya sebagai tim paduan suara mereka berhasil menyita perhatian penonton sebagai kelompok paduan suara yang matang dengan disiplin tinggi karena telah melewati pelatihan yang tak mudah dan tak kenal lelah. Selamat berjuang. (jelita)
PREVIOUS ARTICLE
Disdik Sumut Siapkan 15 Posko Pengaduan dan Pelayanan SPMB


















