Tuesday, July 7, 2026
home_banner_first
SAHABAT PENDIDIKAN

Hari Kebangkitan Nasional 2026: Mengenal Boedi Oetomo

Mistar.idRabu, 20 Mei 2026 pukul 09.56 WIB
hari_kebangkitan_nasional_2026_mengenal_boedi_oetomo

Boedi Oetomo. (Foto: Kemdikbud.go.id)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Setiap 20 Mei, bangsa Indonesia mengenang lahirnya Boedi Oetomo sebagai tonggak awal kebangkitan nasional. Pada tahun 2026, peringatan Hari Kebangkitan Nasional jatuh pada Rabu 20 Mei.

Momentum ini menandai lahirnya kesadaran baru di kalangan pemuda terpelajar untuk memperjuangkan kemajuan bangsa melalui pendidikan dan persatuan.

Boedi Oetomo didirikan pada 20 Mei 1908 oleh sembilan pelajar School tot Opleiding van Inlandsche Artsen (STOVIA), di antaranya Soetomo, Soelaeman, Soewarno, Goenawan Mangoenkoesoemo, Angka Prodjosoedirdjo, M. Soewarno, Muhammad Saleh, Soeradji, dan Goembreg.

Meski masih berstatus mahasiswa, mereka berhasil membentuk organisasi modern yang terstruktur dan memiliki tujuan jelas, yakni meningkatkan martabat bangsa melalui pendidikan.

Inspirasi pendirian organisasi ini datang dari Wahidin Soedirohoesodo, seorang dokter dan tokoh pergerakan asal Yogyakarta yang aktif mengampanyekan pentingnya dana pendidikan bagi anak-anak pribumi.

Nama Boedi Oetomo sendiri lahir dari ucapan Soetomo kepada Wahidin Soedirohoesodo, “Punika satunggaling padamelan sae sarta nelakaken budi utami.” Ungkapan tersebut kemudian menginspirasi Soeradji untuk mengusulkan nama organisasi.

Secara etimologis, kata “budi” berasal dari bahasa Sanskerta “bodhi” atau “buddhi” yang berarti akal dan kesadaran. Sementara “utomo” berasal dari kata “uttama” yang bermakna utama atau terbaik. Karena itu, Boedi Oetomo sering dimaknai sebagai usaha luhur demi kemajuan bangsa.

Meski dikenal sebagai pelopor kebangkitan nasional, Boedi Oetomo bukan organisasi pribumi pertama di Hindia Belanda. Sebelumnya telah berdiri perkumpulan bernama Mardiwara pada 1901, yang dibentuk kaum terpelajar Jawa untuk memperbaiki kondisi ekonomi masyarakat.

Namun, Boedi Oetomo menjadi organisasi pertama yang berhasil menumbuhkan kesadaran kolektif dan semangat persatuan secara lebih terorganisir. Dari sinilah lahir fondasi perjuangan modern menuju kemerdekaan Indonesia.

Lebih dari satu abad kemudian, Hari Kebangkitan Nasional tetap menjadi pengingat bahwa perubahan besar selalu berawal dari gagasan, pendidikan, dan tekad untuk bersatu. (hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN