Wednesday, October 7, 2026
home_banner_first
SAHABAT PENDIDIKAN

DPRD Pematangsiantar Minta Evaluasi 14 SMP Usai Kasus Perundungan

Mistar.idRabu, 7 Oktober 2026 pukul 15.58 WIB
dprd_pematangsiantar_minta_evaluasi_14_smp_usai_kasus_perundungan

Wakil Ketua DPRD Pematangsiantar Daud Simanjuntak. (Foto: Hamzah/Mistar.id)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID (7/10/2026) – Kasus perundungan yang dialami salah seorang peserta didik memantik perhatian Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pematangsiantar. Pemerintah daerah, dalam hal ini Dinas Pendidikan, diminta mengevaluasi kepemimpinan seluruh kepala sekolah.

Permintaan itu dinilai penting guna memastikan lingkungan pendidikan menjadi ruang yang aman dan nyaman, sekaligus memberikan perlindungan optimal bagi seluruh peserta didik.

Wakil Ketua DPRD Pematangsiantar, Daud Simanjuntak menegaskan, evaluasi tidak hanya diarahkan untuk mencari pihak yang harus dipersalahkan, tetapi juga melihat sejauh mana sistem pengawasan, pembinaan, serta mekanisme perlindungan peserta didik di lingkungan sekolah berjalan.

“Tidak hanya di sekolah yang terjadi kasus perundungan, sekolah lainnya, ada 14 SMP di Siantar, akan dilakukan evaluasi. Soal disiplin, manajemen, karena banyak masukan ke kita kadang, dan disiplin waktu juga menjadi perhatian,” ujar Daud Simanjuntak, Rabu (7/10/2026).

Selain evaluasi terhadap kepala sekolah, penguatan kapasitas guru dan tenaga kependidikan dalam mencegah serta menangani kasus perundungan dinilai menjadi bagian penting dari pembinaan.

“Makanya tadi saya juga sampaikan, bagaimana yang saya rasakan pada saat sekolah dahulu, ini bisa kembali diterapkan. Di mana pengawasan guru itu melekat. Sehingga, pengawasan terhadap satuan pendidikan bisa berjalan baik,” ucapnya.

Daud juga menegaskan agar kepala sekolah yang di sekolahnya terjadi kasus perundungan hingga menyita perhatian publik turut dilakukan evaluasi.

“Pokoknya tidak hanya dia saja yang dievaluasi, yang lain juga dilakukan evaluasi,” ujarnya.

Sebagai langkah pembinaan emosional siswa, Daud mengusulkan metode edukasi persuasif melalui tayangan mengenai perjuangan orang tua dalam membiayai pendidikan. Layar televisi di sekolah diharapkan dapat dimanfaatkan setiap hari Senin untuk menyentuh nurani para siswa, ketimbang menjejali mereka dengan aturan yang kaku.

“Setiap hari Senin dipertontonkan, bagaimana kesusahan orang tua itu menyekolahkan. Kalau boleh sampai anak-anak itu berair mata. Itu salah satu pendekatan persuasif untuk mengingatkan kembali betapa susahnya orang tua mencari nafkah,” ucapnya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN