Sabalenka Tancap Gas di Madrid Open 2026, Singkirkan Stearns dan Kirim Sinyal Bahaya

Sabalenka dan Stearns usai pertandingan. (foto:tangkapan layar yt@madridopen/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Aryna Sabalenka kembali menunjukkan kelasnya sebagai petenis nomor satu dunia. Tampil di babak pembuka Madrid Open 2026, petenis asal Belarus itu sukses menyingkirkan wakil Amerika Serikat, Peyton Stearns, dengan skor meyakinkan 7-5, 6-3 untuk melaju ke babak 32 besar.
Pertandingan yang berlangsung di lapangan tanah liat ini tidak sepenuhnya mudah bagi Sabalenka. Set pertama berjalan ketat, dengan Stearns sempat memberikan perlawanan sengit lewat permainan agresif dan keberanian mengambil risiko. Namun, pengalaman dan ketenangan Sabalenka di momen krusial menjadi pembeda.
Petenis berusia 27 tahun itu mampu mengamankan set pertama 7-5 setelah memanfaatkan celah di servis lawannya. Meski kalah dalam jumlah ace, Sabalenka tampil lebih efektif dalam reli panjang—kunci utama di permukaan clay yang menuntut kesabaran ekstra.
Memasuki set kedua, Aryna Sabalenka mulai mengambil alih kendali permainan. Ia meningkatkan tekanan melalui return servis yang tajam dan berhasil meraih 70 persen poin dari servis kedua—angka yang jauh lebih unggul dibanding Stearns yang hanya mencatat 50 persen. Keunggulan ini membuat ritme permainan sepenuhnya berada di tangan Sabalenka hingga akhirnya menutup set kedua dengan skor 6-3.
Secara keseluruhan, Sabalenka unggul dalam banyak aspek penting. Ia mengoleksi 73 poin sepanjang pertandingan, berbanding 64 milik Stearns, serta tampil lebih konsisten dalam memanfaatkan peluang break point di momen-momen krusial.
Kemenangan ini sekaligus memperpanjang tren positif Sabalenka musim ini. Ia datang ke Madrid dengan status juara bertahan sekaligus unggulan pertama, membawa kepercayaan diri tinggi usai tampil dominan di sejumlah turnamen besar sebelumnya.
Menariknya, laga ini juga memperlihatkan evolusi permainan Sabalenka. Dikenal sebagai power hitter, kini ia semakin matang dalam mengatur tempo, lebih sabar dalam rally, dan mampu memaksimalkan peluang dari sisi return—elemen penting untuk sukses di clay court.
Sementara itu, Stearns patut mendapat apresiasi. Petenis peringkat 40-an dunia itu sempat mencatat delapan poin beruntun—tertinggi dalam pertandingan—yang menunjukkan potensinya sebagai rising star di tur WTA. Namun, inkonsistensi di servis kedua menjadi celah yang terus dimanfaatkan Sabalenka.
Dengan kemenangan ini, Sabalenka melangkah ke babak 32 besar dan berpeluang menghadapi lawan yang lebih menantang, kemungkinan dari jajaran 20 besar dunia atau spesialis clay. Sebagai unggulan utama, tekanannya jelas besar, tetapi performa yang ditunjukkan sejauh ini menegaskan bahwa ia masih menjadi kandidat terkuat untuk kembali meraih gelar di Madrid.
Madrid Open 2026 pun kembali menghadirkan satu pesan tegas: Aryna Sabalenka belum kehilangan dominasinya—justru semakin berbahaya.
(berbagaisumber/ai/hm27)
















