Raih 25 Medali di Bangkok, Peluang Indonesia Menuju Asian Para Games 2026 Kian Terbuka

Abdul Hadi, atlet RI di Para Powerlifting Asia-Oceania Open Championship 2026. (foto: NPC/Mistar)
Jakarta, MISTAR.ID
Indonesia berhasil membawa pulang 25 medali dari ajang World Para Powerlifting Asia-Oceania Open Championship yang berlangsung di Bangkok, Thailand. Hasil tersebut menjadi sinyal positif bagi peluang lolos ke Asian Para Games 2026.
Kejuaraan yang digelar pada 7–12 April 2026 itu menghasilkan enam medali emas, empat perak, dan 15 perunggu untuk Indonesia. Capaian tersebut menempatkan tim Merah Putih di posisi ke-10 klasemen akhir.
Salah satu atlet yang mencuri perhatian adalah Abdul Hadi di kelas 49 kg putra. Ia mencatatkan angkatan terbaik 179 kg, yang membawanya meraih dua medali emas dari kategori best lift elite open dan best lift Asia.
Di sisi lain, atlet muda Delima Yunia Susanti juga menunjukkan performa luar biasa. Lifter kelahiran 21 Juni 2010 itu berhasil mengangkat beban 93 kg.
Pencapaian tersebut mengantarkan Delima meraih empat medali emas sekaligus memecahkan rekor dunia rookie di kelas 79 kg putri. Ia menjadi juara pada kategori best lift rookie open, best lift rookie Asia, total lift rookie open, dan total lift rookie Asia.
Pelatih para angkat berat Indonesia, Coni Ruswanta, memberikan apresiasi atas hasil yang diraih para atlet. Ia menilai pencapaian di Thailand menjadi bekal penting dalam upaya menuju Asian Para Games 2026 di Nagoya.
"Insya Allah dari hasil perhitungan kita, semua atlet ini bisa lolos ke Nagoya sesuai yang ditargetkan. Ada beberapa kejutan, terutama Abdul Hadi, bisa menjadi (ranking) nomor satu di Asia bahkan Dunia," ujarnya, Selasa (14/4/2026).
Coni menambahkan, kejuaraan ini juga memberikan gambaran persaingan ke depan, dengan Uzbekistan dan China masih menjadi rival utama. Dengan waktu sekitar lima bulan menjelang Asian Para Games 2026, fokus latihan akan diarahkan untuk mengejar target medali.
"Semoga anak-anak bisa lebih fokus lagi latihannya. Dari sisi teknik angkatan sudah bagus, cuma untuk atlet-atlet baru masih ada rasa nervous-nya, tetapi Alhamdulillah sekarang bisa berlaga di kelas yang lebih tinggi dibandingkan dengan ASEAN Para Games kemarin," kata Coni.
BERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER
























