Friday, June 12, 2026
home_banner_first
OLAHRAGA

PSM Menggila di Injury Time! Tekuk Persik 3-1, Juku Eja Kian Menjauh dari Zona Bahaya

Mistar.idKamis, 23 April 2026 17.52
journalist-avatar-top
psm_menggila_di_injury_time_tekuk_persik_31_juku_eja_kian_menjauh_dari_zona_bahaya

Ilustrasi, PSM Menggila di Injury Time! Tekuk Persik 3-1. (foto:dokumen/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

PSM Makassar sukses meraih kemenangan penting saat menjamu Persik Kediri dalam lanjutan pekan ke-29 BRI Super League di Stadion Gelora B.J. Habibie, Kamis (23/4/2026). Tim berjuluk Juku Eja menang meyakinkan dengan skor 3-1 dalam laga yang berlangsung intens hingga menit akhir.

Kemenangan ini menjadi suntikan moral besar bagi PSM yang tengah berjuang menjauh dari zona degradasi, sementara Persik harus pulang dengan kekecewaan setelah gagal menjaga momentum di akhir laga.

Jalannya Pertandingan: Dari Penalti hingga Gol Penutup Dramatis

PSM membuka keunggulan pada menit ke-37 melalui eksekusi penalti Yuran Lopes. Gol ini menjadi titik balik bagi tuan rumah yang mulai bermain lebih percaya diri dalam mengontrol tempo permainan.

Memasuki babak kedua, dominasi PSM semakin terlihat. Pada menit ke-60, Sheriddin Boboev menggandakan keunggulan usai memanfaatkan assist matang dari Muhammad Arfan. Skor 2-0 membuat Juku Eja berada di atas angin.

Persik Kediri sempat memperkecil ketertinggalan lewat penalti Ernesto Gómez pada menit ke-85. Gol tersebut memunculkan harapan bagi Macan Putih untuk mencuri poin.

Namun, alih-alih bangkit, Persik justru lengah di masa injury time. Luka Cumić memastikan kemenangan PSM lewat gol pada menit 90+7 setelah menerima umpan dari Boboev. Skor 3-1 pun menutup laga.

Analisis: Efisiensi dan Kedewasaan Taktik PSM

PSM tidak tampil dominan sepanjang laga, tetapi menunjukkan efisiensi tinggi dalam memanfaatkan peluang. Tiga gol yang dicetak berasal dari situasi berbeda—penalti, serangan terbuka, dan transisi cepat—yang mencerminkan variasi taktik yang efektif.

Peran lini tengah menjadi kunci kemenangan. Muhammad Arfan tampil sebagai pengatur ritme permainan, sementara Boboev berkontribusi besar dengan satu gol dan satu assist. Keduanya mampu mengontrol ruang dan menciptakan peluang di momen krusial.

Sebaliknya, Persik Kediri masih menghadapi masalah klasik, terutama dalam transisi bertahan. Setelah mencetak gol penalti, mereka gagal menjaga konsentrasi, yang berujung pada kebobolan di injury time.

Fakta Menarik dari Laga Ini

PSM menunjukkan mentalitas kuat dengan mencetak gol di menit akhir, menandakan konsistensi fokus hingga peluit panjang.

Dua penalti terjadi dalam laga ini, tetapi hanya PSM yang mampu memaksimalkan momentum dari gol tersebut untuk mengontrol permainan.

Pergantian pemain yang dilakukan PSM terbukti lebih efektif dibanding Persik, terutama dalam menjaga intensitas dan keseimbangan tim.

Dampak Hasil bagi Kedua Tim

Kemenangan ini membawa PSM Makassar selangkah lebih aman dari ancaman degradasi. Selain tambahan tiga poin, hasil ini juga meningkatkan kepercayaan diri tim jelang fase akhir musim.

Di sisi lain, Persik Kediri harus segera berbenah. Kekalahan ini membuat posisi mereka semakin tertekan, terutama jika gagal meraih poin di laga-laga berikutnya.

Kesimpulan: PSM Makassar menunjukkan kombinasi efisiensi, disiplin, dan kematangan taktik dalam kemenangan ini. Mereka tidak hanya unggul secara skor, tetapi juga dalam pengelolaan pertandingan.

Sementara itu, Persik Kediri masih harus bekerja keras memperbaiki konsistensi dan fokus, terutama di momen-momen krusial yang sering menjadi penentu hasil akhir.

Jika tren ini berlanjut, Juku Eja berpeluang mengamankan posisi lebih cepat, sedangkan Macan Putih harus segera bangkit sebelum situasi semakin sulit.

(fotmob/ai/hm27)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN