Tuesday, June 23, 2026
home_banner_first
OLAHRAGA

PSM Makassar Tekuk Bhayangkara FC 2-1, Gol Cumic Jadi Penentu di Laga Dramatis Parepare

Mistar.idSenin, 4 Mei 2026 pukul 20.22 WIB
psm_makassar_tekuk_bhayangkara_fc_21_gol_cumic_jadi_penentu_di_laga_dramatis_parepare

Ilustrasi, PSM Makassar Tekuk Bhayangkara FC 2-1, Gol Cumic Jadi Penentu di Laga Dramatis Parepare. (foto:ferry/psmmakassar/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

PSM Makassar meraih kemenangan penting usai menundukkan Bhayangkara FC dengan skor 2-1 pada laga pekan ke-31 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Gelora BJ Habibie, Senin (4/5/2026) sore WIB. Hasil ini menjadi suntikan moral bagi “Juku Eja” dalam upaya menjauh dari tekanan papan bawah klasemen.

Laga berlangsung dalam tempo tinggi sejak awal. Kedua tim tampil terbuka dengan mengandalkan transisi cepat, meski belum mampu menciptakan peluang bersih di menit-menit awal.

Tensi pertandingan meningkat menjelang akhir babak pertama. PSM akhirnya memecah kebuntuan melalui gol Dusan Lagator pada menit ke-45+2. Gelandang asing itu memanfaatkan situasi bola mati untuk membawa tuan rumah unggul 1-0.

Namun keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Bhayangkara FC langsung merespons dua menit berselang. Henri Doumbia mencetak gol penyeimbang pada menit ke-45+4 setelah menerima umpan dari Firza Andika. Skor 1-1 menutup babak pertama, mencerminkan duel ketat dan minim kontrol dari kedua tim.

Memasuki babak kedua, perubahan taktik langsung terlihat. Bhayangkara melakukan pergantian pemain dengan memasukkan Dendi Sulistyawan dan Wahyu Subo Seto guna meningkatkan daya gedor. Sementara PSM tetap menjaga intensitas permainan dengan pressing tinggi dan serangan dari sisi sayap.

Momentum penentu datang pada menit ke-72. Luka Cumic menjadi pahlawan kemenangan PSM setelah mencetak gol kedua melalui skema serangan cepat. Pemain asal Montenegro itu sukses memaksimalkan ruang di lini pertahanan Bhayangkara yang mulai kehilangan koordinasi.

Setelah unggul, PSM tampil lebih disiplin dalam bertahan. Koordinasi lini belakang semakin solid, meminimalkan celah yang bisa dimanfaatkan Bhayangkara FC di sisa waktu pertandingan.

Di sisi lain, “The Guardians” sebenarnya mampu mengimbangi permainan, terutama dalam fase build-up. Namun, lemahnya transisi bertahan dan kurangnya ketenangan di momen krusial membuat mereka gagal mencuri poin di Parepare.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-1 untuk kemenangan PSM tetap bertahan.

Kemenangan ini menegaskan efektivitas permainan PSM Makassar yang tidak harus dominan dalam penguasaan bola, tetapi mampu memaksimalkan peluang dan momentum. Sebaliknya, Bhayangkara FC kembali dihadapkan pada persoalan konsistensi yang belum teratasi hingga pekan ke-31.

Hasil ini sekaligus memperbaiki posisi PSM di klasemen sementara, sekaligus menjaga asa mereka untuk menjauh dari zona degradasi di sisa kompetisi musim ini.

(fotmob/ai/hm27)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN