Pelari Nepal Priya Ray Kuasai Sementara 100K ToTK Samosir, Berpeluang Jadi Juara

Pelari kategori 100 kilometer asal Nepal, Priya Ray, saat berada di water station Bonan Dolok dalam ajang Trail of The Kings by UTMB 2026. (foto:pangihutan/mistar).
Samosir, MISTAR.ID
Pelari asal Nepal, Priya Ray, menjadi peserta terdepan pada kategori 100 kilometer (100K) ajang Trail of The Kings (ToTK) by UTMB 2026 di Kabupaten Samosir. Atlet perempuan bernomor bib 7006 itu diperkirakan mencapai garis finis di kawasan Waterfront City Pangururan sekitar pukul 17.00 WIB, Sabtu (13/6/2026), bahkan berpeluang mengungguli para pelari pria.
Berdasarkan pemantauan panitia, hingga pukul 14.00 WIB, Priya Ray telah melintasi kawasan Bonan Dolok. Dari titik tersebut, ia masih harus menyelesaikan sekitar 15 kilometer menuju garis akhir.
Kategori 100K merupakan salah satu nomor paling bergengsi dalam ajang lari lintas alam internasional tersebut. Sebanyak 57 peserta tercatat mengikuti nomor ini dengan lintasan yang memiliki tingkat kesulitan tinggi.
Rute yang ditempuh para pelari dimulai dari Pangururan, kemudian melintasi Ronggur Nihuta, Sagala, Bonan Dolok, Aek Rangat, dan berakhir di Waterfront City Pangururan sebagai lokasi finis.
Baca Juga: ToTK by UTMB 2026 di Samosir Bakal Meriah, Ada Ethnic Colossal Dance hingga Konser The Changcuters
Lintasan yang didominasi jalur perbukitan, jalan desa, dan kawasan wisata alam khas Samosir menjadi tantangan tersendiri bagi peserta. Variasi medan itu menuntut ketahanan fisik serta strategi yang tepat selama perlombaan.
Di kawasan Bonan Dolok, panitia menyediakan water station sebagai titik layanan bagi para pelari. Fasilitas tersebut dimanfaatkan peserta untuk beristirahat sejenak dan mengisi kembali cairan tubuh sebelum melanjutkan perlombaan.
Selain dukungan logistik, panitia juga menempatkan tim medis dan personel keamanan di lokasi tersebut. Mereka disiagakan untuk memberikan penanganan apabila terjadi kondisi darurat di lintasan.
Pergerakan seluruh peserta terus dipantau menggunakan perangkat Global Positioning System (GPS) yang dibawa masing-masing pelari. Teknologi ini memungkinkan panitia memantau posisi peserta secara real time demi mendukung keselamatan dan kelancaran event, sekaligus memastikan peserta tetap mengikuti rute yang telah ditentukan.
Trail of The Kings by UTMB 2026 diikuti ratusan pelari dari berbagai negara dan menjadi salah satu agenda sport tourism internasional yang diharapkan mampu memperkuat promosi pariwisata Kabupaten Samosir di tingkat global.
Salah seorang warga Bonan Dolok, Dormiani Sitanggang, mengaku bangga karena desanya menjadi bagian dari penyelenggaraan event bertaraf internasional tersebut. Menurutnya, kehadiran peserta dari berbagai negara membawa kebanggaan tersendiri bagi masyarakat.
"Saya sangat senang karena Kampung Bonan Dolok didatangi orang-orang dari luar negeri. Kami bangga desa kami bisa dikenal sampai ke mancanegara," ujarnya.
Dormiani juga menilai pelaksanaan ToTK memberikan dampak positif bagi perekonomian warga, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Selama perlombaan berlangsung, penjualan makanan dan minuman mengalami peningkatan dibanding hari biasa.
"Pastinya ada manfaatnya bagi masyarakat, terutama UMKM karena banyak pengunjung dan peserta yang datang," katanya.
Sementara itu, petugas medis, Melda Siboro, mengatakan pihaknya telah menyiapkan layanan kesehatan untuk mendukung kelancaran penyelenggaraan ToTK di kawasan Bonan Dolok. Tim medis menyiagakan dua tenaga kesehatan dan satu unit ambulans di lokasi.
Selain itu, berbagai perlengkapan dan obat-obatan juga telah disiapkan untuk mengantisipasi keadaan darurat selama perlombaan.
"Kami menyediakan perlengkapan medis seperti infus, obat-obatan, salep, kasa, alkohol, ethyl chloride, Betadine, perban, sarung tangan, hingga masker," ujar Melda. (hm27)





















