Thursday, June 11, 2026
home_banner_first
OLAHRAGA

Lima Desa di Labusel Ikuti Penilaian PKK Tingkat Provinsi Sumut

Mistar.idKamis, 11 Juni 2026 21.26
journalist-avatar-top
UR
lima_desa_di_labusel_ikuti_penilaian_pkk_tingkat_provinsi_sumut

Wabup Labusel Syahdian Purba di Desa Aek Goti. (foto: istimewa/mistar)

news_banner

Labusel, MISTAR.ID

Tim Monitoring PKK Provinsi Sumatera Utara (Sumut) melaksanakan penilaian Lomba Pelaksana Desa Terbaik PKK Tahun 2026 di Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel), Kamis (11/6/2026). Kegiatan dipimpin Staf Ahli II PKK Provinsi Sumatera Utara, Drs Ruhyat, bersama rombongan.

Monitoring yang dilaksanakan di sejumlah desa tersebut merupakan bagian dari evaluasi pelaksanaan 10 Program Pokok PKK sekaligus upaya memperkuat peran PKK dalam mendukung pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Desa yang mengikuti penilaian meliputi Desa Aek Goti, Kecamatan Silangkitang, pada kategori Pelaksana Terbaik Pola Asuh Anak dan Remaja (PAAR). Kemudian Desa Ulu Mahuam, Kecamatan Silangkitang, kategori Pelaksana Terbaik Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K).

Selanjutnya Desa Simatahari, Kecamatan Kotapinang, kategori Pelaksana Terbaik Tertib Administrasi PKK, Desa Teluk Panji III, Kecamatan Kampung Rakyat, kategori Pelaksana Terbaik Aku Hatinya PKK, serta Kecamatan Torgamba pada kategori Pelaksana Terbaik IVA Test.

Monitoring di Desa Aek Goti turut dihadiri Wakil Bupati Labusel Syahdian Purba Siboro. Dalam sambutannya, Syahdian mengatakan monitoring tidak hanya menjadi ajang penilaian, tetapi juga momentum untuk melihat sejauh mana program-program PKK telah berjalan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, PKK memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah melalui penguatan ketahanan keluarga, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta pemberdayaan perempuan hingga ke tingkat desa.

“Yang paling penting bukan sekadar meraih predikat terbaik, tetapi bagaimana program PKK benar-benar hidup dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Keberhasilan PKK diukur dari perubahan nyata yang terjadi di tengah keluarga dan lingkungan desa,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh kader PKK untuk terus meningkatkan semangat pengabdian, kreativitas, dan inovasi dalam menjalankan program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

“PKK memiliki kekuatan besar dalam membangun keluarga yang tangguh. Ketika keluarga kuat, maka masyarakat akan kuat dan pembangunan desa akan berjalan lebih baik,” ucapnya.

Sekda Labusel M Reza Pahlevi Nasution, mengajak seluruh kader PKK untuk terus menjadi penggerak pembangunan yang dimulai dari lingkungan keluarga. Menurutnya, keluarga yang kuat merupakan fondasi utama dalam mewujudkan masyarakat yang maju dan sejahtera.

Ia berharap kegiatan monitoring tidak hanya menjadi agenda penilaian, tetapi juga sarana evaluasi dan pembelajaran guna meningkatkan kualitas pelaksanaan 10 Program Pokok PKK di setiap desa.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN