Jumlah Pesangon Manajer yang Dikeluarkan MU Sejak Ditinggal Alex Ferguson

Manchester United. (Foto: Indosport)
Manchester, MISTAR.ID
Sejak ditinggal Sir Alex Ferguson pada 2013, Manchester United ternyata telah mengeluarkan dana yang tidak sedikit hanya untuk membayar pesangon manajer dan staf kepelatihan yang diberhentikan. Lantas, seberapa besar totalnya?
Dalam kurun waktu tersebut, MU sudah menunjuk enam manajer tetap, yakni David Moyes, Louis van Gaal, Jose Mourinho, Ole Gunnar Solskjaer, Erik ten Hag, dan Ruben Amorim. Selain itu, ada pula Ralf Rangnick yang sempat menjabat sebagai manajer interim.
Mengacu pada laporan The Athletic, Minggu (11/1/2026), kepergian Ferguson sendiri sudah memunculkan biaya kompensasi. MU harus melepas sejumlah staf asal Skotlandia yang enggan dipertahankan oleh penerusnya, David Moyes. Pesangon yang dikeluarkan kala itu mencapai 2,4 juta pound sterling.
Namun, Moyes tak bertahan lama. Ia dipecat pada April 2014 dan posisinya digantikan Louis van Gaal, dengan Ryan Giggs sempat bertugas sebagai pelatih sementara. Pemutusan kontrak Moyes beserta stafnya menelan biaya sekitar 4,9 juta pound, yang hingga kini tercatat sebagai pemecatan termurah dalam era pasca-Ferguson.
Setelah itu, angka pesangon terus meningkat. Van Gaal dilepas usai mempersembahkan gelar Piala FA 2016, dengan MU harus membayar kompensasi sebesar 8,4 juta pound kepada pelatih asal Belanda tersebut dan timnya. Penggantinya, Jose Mourinho, bahkan menerima jumlah yang jauh lebih besar.
Saat Mourinho dipecat pada Desember 2018, MU menggelontorkan sekitar 19,6 juta pound. Nilai itu menjadi pesangon tertinggi yang pernah dibayarkan klub kepada seorang manajer. Biaya besar juga berlanjut pada periode berikutnya.
Pemecatan Ole Gunnar Solskjaer pada 2021 menguras dana sekitar 9,1 juta pound. Kemudian, kepergian Erik ten Hag pada Oktober 2024 menelan biaya 10,4 juta pound, seiring statusnya yang baru saja memperpanjang kontrak. Terbaru, Ruben Amorim dan stafnya disebut menerima pesangon sekitar 10 juta pound setelah diberhentikan pada awal bulan ini.
Satu-satunya kasus yang tidak memiliki angka pasti adalah Ralf Rangnick. Ia awalnya dikontrak sebagai manajer interim hingga akhir musim 2021/2022 dan direncanakan berlanjut sebagai konsultan selama dua tahun. Namun, peran tersebut batal terealisasi setelah Ten Hag datang.
Meski demikian, laporan keuangan MU mencatat pengeluaran sebesar 14,7 juta pound saat Rangnick hengkang. Sumber internal The Athletic menyebut jumlah tersebut tidak sepenuhnya terkait Rangnick dan stafnya, melainkan juga mencakup pesangon akibat perombakan di sejumlah departemen lain.
Jika pesangon Rangnick tidak dihitung, Manchester United diperkirakan telah menghabiskan sedikitnya 64,8 juta pound, atau sekitar Rp1,46 triliun dengan kurs saat ini, hanya untuk membayar kompensasi pemecatan manajer sejak Ferguson pensiun.
Kendati angkanya terbilang fantastis, jumlah tersebut ternyata belum mencapai satu persen dari total pendapatan MU selama 12 tahun terakhir. Dengan kata lain, beban tersebut relatif tidak menggoyahkan kondisi keuangan klub, meski kini MU dikabarkan lebih berhati-hati dalam belanja, seiring kebijakan efisiensi yang diterapkan sejak masuknya Sir Jim Ratcliffe. (hm20)






















