Javi dan Phillerson, Sepasang Taji Kinantan yang Lama Hilang

Javier Siverio (kiri) dan Phillerson Oliveira (kanan) menjadi duet mematikan lini depan PSMS Medan musim ini. (Foto: PSMS Medan/Mistar)
Pemain yang lahir di Santa Cruz de Tenerife pada 1997 silam ini pun sudah mengabdikan setiap golnya untuk menjadi bagian perjalanan PSMS menuju kembali ke kasta tertinggi persepakbolaan Indonesia.
Konsistensi keduanya masih terasa setidaknya hingga pekan keempat musim ini. Duet Javi dan Phillerson di lini depan menyumbangkan total 12 dari 13 gol yang telah diciptakan PSMS Medan saat ini.
Javi juga saat ini memimpin jajaran top skor musim ini dengan delapan golnya. Pemain 28 tahun itu juga telah menciptakan dua kali hat-trick di musim pertamanya di Indonesia.
Bukan hanya capaian pribadi, kontribusi keduanya telah mengantarkan PSMS memuncaki klasemen untuk sementara waktu.
Melihat konsistensi keduanya berkontribusi pada perkembangan PSMS Medan, bukan tidak mungkin keduanya adalah sepasang Taji Kinantan yang telah lama hilang selama ini.
Kini, PSMS bukan hanya telah menemukan kembali mesin golnya. Kinantan pun tampaknya telah kembali menemukan algojo bola mati ciamik yang selama ini sudah hampir tidak pernah terlihat oleh publik setianya.
Terakhir, sosok serupa yang pernah ada di tubuh PSMS Medan mungkin sudah cukup lama. Nama-nama yang mungkin diingat pernah menjadi algojo andal adalah Gustavo Chena dan Ahmad Bustomi.
Phillerson, selain memiliki kemampuan olah bola khas Brasil, pemain berumur 27 tahun ini sukses melepaskan tembakan melengkung dan membobol gawang tim lawan.
Bukan sekali, lengkungan sepakan kerasnya sudah dua kali menuju jaring gawang lawan, menunjukkan jika aksinya tersebut bukan hanya sekadar keberuntungan semata.
"Aku melakukannya di hampir setiap latihanku. Ini bukan sebuah keberuntungan, ini hasil kerja keras," tutur Phillerson ketika ditanya bagaimana caranya melatih tendangan bola matinya.
Idola Baru Publik Kota Medan
Kembalinya jejak indah ini juga menaruh perhatian di hati legenda PSMS Medan Saktiawan Sinaga. Sebagai seorang yang juga pernah menjadi ujung tombak Ayam Kinantan, ia langsung teringat masa-masa PSMS dipenuhi penyerang mematikan di zamannya.
"Luar biasa dampak mereka bagi PSMS musim ini. Kita berharap semoga tidak ada faktor lain seperti akumulasi kartu ataupun cedera untuk pemain kita ini," ucap Sakti.
Sakti mencoba mengingat kembali kenangan masa kejayaan PSMS di awal tahun 2000-an. Menurutnya, sejak saat itu Skuad Kinantan sangat sulit menemukan kembali mesin gol berbahaya hingga di era sekarang.
"Saya jadi ingat di masa kami dulu PSMS punya Cristian Carrasco, Christian González (Chili), Alcidio Fleitas dan lainnya. Setelah sekian lama kita susah menemukan striker, akhirnya Javi dan Phillerson hadir sekarang," kenang pria 44 tahun itu.
Sakti pun tak segan menilai keduanya bakal menjadi idola baru publik Kota Medan. Menurutnya, sudah sangat lama PSMS tidak memunculkan ikon-ikon baru.
"Bisa jadi, bisa jadi mereka bakal menjadi idola baru di kalangan penggemar. Tapi perlu diingat keberhasilan mereka juga tentunya karena ada pemain lokal kita juga yang menyupport. Intinya kita tetap dukung kerja keras tim dan manajemen supaya kita bisa lolos Liga 1," pungkasnya. (hm25)
PREVIOUS ARTICLE
Tanpa Messi, Argentina Tumbangkan Burkina Faso 7-0













































