Isaksen Hukum Milan! Lazio Menang 1-0, Rossoneri Gagal Kudeta Inter

Gustav Isaksen yang menjadi pencetak gol tunggal pada laga Lazio vs Milan. (foto:laziostories/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
ROMA – SS Lazio sukses menaklukkan AC Milan dengan skor tipis 1-0 pada pekan ke-29 Serie A di Stadio Olimpico, Senin (16/3/2026) pagi WIB. Gol tunggal Gustav Isaksen pada menit ke-26 menjadi pembeda dalam laga sarat tensi dan drama hingga menit akhir.
Kemenangan ini memastikan Lazio meraih dua kemenangan beruntun setelah sebelumnya mengalahkan Sassuolo 2-1. Sebaliknya, Milan harus menelan kekalahan ketiga musim ini—hasil yang bisa berdampak besar dalam perburuan gelar.
Gol Tunggal dari Kesalahan Fatal
Lazio tampil efektif meski tidak dominan dalam penguasaan bola. Gol berawal dari skema bola panjang cepat. Adam Marušić mengirim umpan jauh ke depan yang gagal diantisipasi dengan sempurna oleh Pervis Estupiñán.
Isaksen memanfaatkan kelengahan tersebut dengan tenang. Winger asal Denmark itu menusuk ke kotak penalti dan menaklukkan Mike Maignan lewat sepakan kaki kiri terukur ke sudut jauh gawang.
Gol itu lahir saat Milan sebenarnya sedang mengontrol permainan. Namun efektivitas Lazio berbicara lebih lantang dibanding dominasi statistik.
Milan Dominan, tapi Mandul
Secara angka, Rossoneri unggul dalam expected goals (xG) dengan 1,19 berbanding 0,41 milik tuan rumah. Christian Pulisic dan Rafael Leão beberapa kali menciptakan ancaman serius.
Peluang terbaik Milan datang di awal babak kedua saat tembakan melengkung Pulisic memaksa kiper Edoardo Motta melakukan penyelamatan gemilang. Leão juga aktif menembus sisi kiri pertahanan, tetapi penyelesaian akhir menjadi masalah utama.
Drama sempat terjadi pada menit ke-74. Milan mencetak gol lewat Zachary Athekame setelah situasi sepak pojok, namun VAR menganulirnya karena handball dalam proses terjadinya gol. Harapan pun pupus.
Masuknya Christopher Nkunku dan Niclas Füllkrug tak mampu mengubah keadaan. Tekanan lewat bola mati di 15 menit akhir juga gagal membuahkan hasil.
Motta Jadi Tembok Kokoh
Penampilan Motta menjadi salah satu kunci kemenangan Lazio. Ia tampil berani memotong umpan silang dan sigap mengamankan bola-bola udara.
Meski sempat mendapat kartu kuning karena dianggap mengulur waktu, kontribusinya dalam menjaga keunggulan tak terbantahkan. Lazio pun mencatatkan rekor impresif: tak terkalahkan dalam 33 laga Serie A saat mencetak gol pembuka.
Dampak ke Klasemen
Kekalahan ini membuat Milan tetap berada di posisi kedua klasemen, tetapi kini tertinggal delapan poin dari Inter di puncak. Dengan sembilan pertandingan tersisa, tekanan semakin besar bagi pasukan Massimiliano Allegri.
Sementara itu, Lazio naik ke peringkat kesembilan dan menjaga asa tampil di kompetisi Eropa musim depan.
Laga ini menegaskan satu hal: dominasi statistik tak selalu menjamin kemenangan. Lazio tampil disiplin dan klinis, sementara Milan kembali dihantui problem klasik—tumpul di depan gawang saat dibutuhkan.
(fotmob/ai/hm27)
























