Monday, July 20, 2026
home_banner_first
OLAHRAGA

Inter Menggila, Napoli Tancap Gas! Klasemen Serie A Usai Pekan ke-31 Bikin Panas Perburuan Scudetto

Mistar.idSelasa, 7 April 2026 pukul 08.08 WIB
inter_menggila_napoli_tancap_gas_klasemen_serie_a_usai_pekan_ke31_bikin_panas_perburuan_scudetto

Ilustrasi, Inter Menggila, Napoli Tancap Gas! Klasemen Serie A Usai Pekan ke-31 Bikin Panas Perburuan Scudetto. (foto:ferry/wikipedia/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Persaingan gelar Serie A musim 2025–26 semakin memanas setelah rangkaian laga pekan ke-31 rampung digelar. Papan atas kian kompetitif, zona Eropa makin ketat, sementara dasar klasemen dipenuhi drama bertahan hidup.

Dengan tujuh pertandingan tersisa, setiap poin kini terasa krusial.

Inter Kukuh di Puncak, Produktivitas Jadi Kunci

Inter Milan masih berdiri kokoh di puncak klasemen dengan 72 poin dari 31 laga. Nerazzurri mencatatkan 23 kemenangan, tiga hasil imbang, dan lima kekalahan.

Kemenangan telak 5-2 atas AS Roma pada pekan ini menjadi penegasan dominasi mereka. Inter bukan hanya unggul secara poin, tetapi juga superior dalam produktivitas. Mereka sudah mencetak 71 gol dan baru kebobolan 26 kali—selisih gol +45, terbaik di liga.

Secara matematis, keunggulan tujuh poin dari pesaing terdekat memang belum aman. Namun secara performa, Inter menunjukkan konsistensi paling stabil di antara para rival.

Napoli Tempel Ketat, Lima Kemenangan Beruntun

Di posisi kedua, SSC Napoli mengoleksi 65 poin. Kemenangan krusial 1-0 atas AC Milan menjadi momentum penting dalam menjaga asa Scudetto.

Napoli kini mencatat lima kemenangan beruntun—sebuah laju impresif yang membuat tekanan terhadap Inter terus terjaga. Meski selisih tujuh poin bukan jarak tipis, tren performa Partenopei menunjukkan mereka belum menyerah dalam perburuan gelar.

Jika Inter terpeleset satu atau dua kali, Napoli siap menghukum.

Milan Tersendat, Peluang Gelar Menipis

Kekalahan dari Napoli membuat Milan tertahan di peringkat ketiga dengan 63 poin. Rossoneri sebenarnya tampil cukup konsisten musim ini, dengan 18 kemenangan dan hanya empat kekalahan.

Namun, di fase krusial seperti sekarang, kekalahan di laga langsung kontra rival gelar bisa berdampak besar. Milan kini tertinggal sembilan poin dari Inter—jarak yang cukup berat untuk dikejar dalam tujuh laga tersisa.

Fokus realistis Milan kemungkinan akan bergeser pada mengamankan tiket Liga Champions.

Como Jadi Kuda Hitam, Juventus Mengintai

Salah satu cerita terbesar musim ini datang dari Como 1907. Klub promosi tersebut duduk di peringkat keempat dengan 58 poin—posisi yang mengantarkan mereka ke zona Liga Champions.

Dengan 16 kemenangan dan hanya lima kekalahan, Como menjadi kuda hitam paling konsisten musim ini. Mereka bahkan unggul atas tim-tim tradisional.

Di belakangnya, Juventus menguntit dengan 57 poin usai menang 2-0 atas Genoa CFC. Bianconeri masih berpeluang besar merebut posisi empat besar jika mampu menjaga momentum di sisa musim.

Sementara itu, AS Roma (54 poin) dan Atalanta BC (53 poin) belum sepenuhnya tersisih dari persaingan zona Eropa.

Zona Degradasi: Pisa dan Verona di Ujung Tanduk

Drama tak kalah sengit terjadi di papan bawah. Pisa SC dan Hellas Verona sama-sama mengoleksi 18 poin dan terpuruk di dua posisi terbawah.

US Lecce (27 poin) dan US Cremonese (27 poin) juga belum aman. Selisih poin yang relatif tipis membuat satu kemenangan saja bisa mengubah peta zona degradasi.

Dengan tujuh laga tersisa, pertarungan bertahan hidup dipastikan berlangsung hingga pekan terakhir.

Fakta Menarik Pekan ke-31

- Inter menjadi tim paling produktif (71 gol) sekaligus pertahanan terbaik (26 kebobolan).

- Napoli jadi satu-satunya tim papan atas dengan lima kemenangan beruntun.

- Como berstatus tim promosi dengan posisi tertinggi di klasemen saat ini.

- Juventus hanya terpaut satu poin dari zona Liga Champions.

- Dua tim terbawah sama-sama mengoleksi 18 poin, menandakan persaingan degradasi sangat terbuka.

Persaingan Menuju Fase Akhir

Musim 2025–26 memasuki fase penentuan. Inter memang berada di pole position, tetapi Napoli masih menjaga tekanan. Milan berusaha bertahan di jalur Liga Champions, sementara Como dan Juventus bersaing ketat demi tiket Eropa.

Di sisi lain, papan bawah menyajikan drama yang tak kalah menegangkan.

Tujuh pekan tersisa akan menjadi penentu: apakah Inter mampu mengunci Scudetto lebih cepat, atau justru Serie A kembali menghadirkan kejutan hingga pekan terakhir?

(seriea/ai/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN