Elite Pro Academy U-20 Diwarnai Ajang ‘Tendangan Kungfu’

Tendangan Kungfu Fadly Alberto Hengga di Elite Pro Academy U-20 saat berlaga melawan Dewa United, Minggu (19/4/2026). (Foto: Instagram/smgfootball)
Semarang, MISTAR.ID
Ajang Elite Pro Academy U-20 diwarnai insiden panas berupa aksi tendangan kungfu dalam laga Bhayangkara Presisi Lampung FC melawan Dewa United.
Pertandingan yang berlangsung di Stadion Citarum, Minggu (19/4/2026), semula berjalan normal sebelum memanas akibat gol kontroversial. Dewa United mencetak gol yang kemudian diprotes pemain Bhayangkara karena dinilai offside.
Ketegangan yang meningkat akhirnya memicu keributan di lapangan. Para pemain dari kedua tim terlibat aksi saling kejar, sementara situasi di pinggir lapangan juga ikut memanas. Dalam momen tersebut, terekam aksi tendangan kungfu dari kedua kubu yang kemudian viral di media sosial.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah Fadly Alberto Hengga dari Bhayangkara, yang terlihat menendang lawan dari belakang. Pemain Timnas Indonesia U-20 itu langsung mendapat kecaman dari warganet karena diduga memicu insiden.
Namun, rekaman lain juga menunjukkan pemain Dewa United melakukan tindakan serupa, sehingga pemicu utama keributan masih menjadi perdebatan.
Pihak Dewa United mengecam keras kejadian tersebut dan membuka kemungkinan langkah hukum. Presiden klub, Ardian Satya, menyatakan, "Kami mengecam keras insiden kekerasan yang terjadi di Semarang. Tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan, terlebih terjadi dalam kompetisi usia muda yang seharusnya menjunjung tinggi nilai sportivitas dan pembinaan."
"Kami sangat menyayangkan adanya tindakan kekerasan. Apalagi itu dilakukan oleh pemain maupun pihak pelatih yang seharusnya menjadi panutan dan mampu menjaga situasi tetap kondusif," ujarnya.
Sementara itu, Bhayangkara melalui manajer Yongky Pandu menyebut pemainnya terpancing emosi akibat dugaan ucapan rasis dari lawan.
"Ada pengakuan dari pemain terkait dugaan ucapan rasis yang memancing emosi. Dari pengakuan Beto (Fadly Alberto) sendiri, dia merasa ada perlakuan rasis terhadap dia. Dia dikatakan, mohon maaf, 'hitam' atau apa segala macam," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pihak klub tidak membenarkan tindakan tersebut dan tengah melakukan evaluasi internal terhadap pemain.
Kasus ini juga mendapat perhatian PSSI. Sekretaris Jenderal Yunus Nusi menegaskan bahwa insiden tersebut akan diproses oleh Komite Disiplin.
"PSSI sudah menerima laporan tentang kejadian antara pertandingan Dewa United dan Bhayangkara di Elite Pro Academy. Dan Ketua Umum sangat mengutuk keras atas kejadian ini, pemain yang melakukan hal itu," kata Yunus.
"PSSI segera menyampaikan hal ini kepada Komite Disiplin untuk diambil tindakan seberat-beratnya. Dan diminta ini menjadi prioritas sidang Komdis untuk segera dilaksanakan dan diputuskan," ujarnya.
Dampak insiden ini, Fadly dicoret dari Timnas Indonesia U-20 serta kehilangan dukungan sponsor. Melalui media sosial, Fadly menyampaikan permintaan maaf dan menyatakan siap menerima sanksi sebagai pembelajaran agar dapat mengendalikan emosi di masa mendatang. (hm20)
PREVIOUS ARTICLE
Thierry Henry Ditantang Hadapi Roy Jones Jr. di Ring Tinju






















