Sunday, July 19, 2026
home_banner_first
OLAHRAGA

Eks Presiden FIFA Dukung Seruan Boikot Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat

Mistar.idSelasa, 27 Januari 2026 pukul 16.04 WIB
eks_presiden_fifa_dukung_seruan_boikot_piala_dunia_2026_di_amerika_serikat

Sepp Blatter. (foto: shutterstock/mistar)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Mantan Presiden FIFA Sepp Blatter menyatakan dukungannya terhadap seruan boikot Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat bersama Kanada dan Meksiko. Ia menilai para penggemar sebaiknya tidak datang langsung ke lokasi pertandingan dan memilih menyaksikan turnamen dari rumah.

Dukungan tersebut disampaikan Blatter mengutip pernyataan pengacara asal Swiss, Mark Pieth, yang menyoroti kondisi terkini di Amerika Serikat. Menurut Pieth, sejumlah kebijakan pemerintah AS, terutama terkait imigrasi dan penanganan pendatang, menimbulkan kekhawatiran bagi penonton asing.

Pieth bahkan menyarankan penggemar sepak bola untuk menghindari perjalanan ke AS. Ia menilai menonton pertandingan melalui televisi jauh lebih aman dibandingkan hadir langsung di stadion.

Sikap Blatter ini kembali memicu perdebatan mengenai kelayakan Amerika Serikat sebagai tuan rumah utama Piala Dunia 2026. Sebelumnya, sejumlah pihak di Eropa juga sempat mengkritisi kebijakan pemerintah AS dan membuka wacana boikot sebagai bentuk protes.

Kelayakan AS sebagai tuan rumah patut diragukan. Mereka memberlakukan larangan masuk untuk turis dari sejumlah negara, termasuk negara-negara yang sudah dipastikan lolos ke Piala Dunia seperti Hati, Iran, Pantai Gading, dan Senegal.

AS juga berniat untuk mencaplok Greenland yang dikuasai Denmark juga membuat sejumlah tokoh di Eropa berang. Itu belum menyebut kondisi keamanan dalam negeri dan sentimen pemerintah terhadap pendatang.

Badan Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) serta Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan (CBP) AS telah bertindak brutal dalam menangani imigran dan para demonstran di era Trump. Sejak 2025 sampai Januari 2026, tercatat sudah ada 28 penembakan yang menewaskan delapan orang, termasuk dua di Minneapolis bulan ini.

Mark Pieth, pengacara asal Swiss yang biasa mengurus kasus kejahatan kerah putih, dalam wawancara dengan harian lokal Der Bund berujar penonton sebaiknya menyaksikan Piala Dunia di televisi saja karena lebih aman.

"Jika kita mempertimbangkan semua yang telah kita diskusikan, hanya ada satu nasihat untuk para fan: Jauhi AS! Anda akan lebih mudah menontonnya di TV," ujar Pieth.

Stibanya di sana, menurut Pieth, para penggemar harus siap jika mereka tidak menyenangkan para petugas, mereka akan segera dipulangkan dengan penerbangan berikutnya. "Itu kalau mereka beruntung," katanya.

Piala Dunia 2026 dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli, dengan sebagian besar pertandingan digelar di Amerika Serikat.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN