Tuesday, June 23, 2026
home_banner_first
OLAHRAGA

Efisien dari Bola Mati, Persib Ungguli PSIM 1-0 di Babak Pertama

Mistar.idSenin, 4 Mei 2026 pukul 16.37 WIB
efisien_dari_bola_mati_persib_ungguli_psim_10_di_babak_pertama

Ilustrasi, Efisien dari Bola Mati, Persib Ungguli PSIM 1-0 di Babak Pertama. (foto:ferry/dokumen/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Babak pertama laga pekan ke-31 Liga 1 mempertemukan Persib Bandung kontra PSIM Yogyakarta di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Senin (4/5/2026), berjalan dengan ritme yang kontras. Hingga turun minum, Maung Bandung memimpin 1-0 meski tidak mendominasi penguasaan bola.

Gol tunggal tuan rumah lahir pada menit ke-16 melalui skema bola mati. Bek tengah Patricio Matricardi menyelesaikan umpan terukur dari Thom Haye, memanfaatkan kelengahan lini pertahanan PSIM dalam mengantisipasi situasi set-piece. Momen ini menjadi pembeda dalam pertandingan yang secara umum berlangsung cukup seimbang.

PSIM Yogyakarta tampil dengan pendekatan berbasis penguasaan bola. Tim tamu mencatatkan 60 persen ball possession, mencoba mengendalikan tempo melalui distribusi dari lini tengah, termasuk peran Ezequiel Vidal sebagai penghubung antar lini. Namun, dominasi tersebut belum mampu diterjemahkan menjadi ancaman yang konsisten di area sepertiga akhir.

Sebaliknya, Persib menunjukkan efisiensi dalam menyerang. Dari enam percobaan, empat di antaranya tepat sasaran—berbanding dua tembakan milik PSIM dengan hanya satu yang mengarah ke gawang. Produktivitas peluang ini memperlihatkan pendekatan direct play yang diterapkan skuad tuan rumah berjalan efektif, terutama dalam memanfaatkan ruang transisi.

Menariknya, PSIM unggul dalam jumlah sepak pojok dengan empat kesempatan, sementara Persib tidak mendapatkan satu pun. Meski demikian, situasi tersebut belum memberi dampak signifikan terhadap perubahan skor. Kedisiplinan lini belakang Persib dalam mengantisipasi bola-bola udara menjadi faktor penting dalam meredam potensi ancaman.

Menjelang akhir babak pertama, tepatnya pada masa injury time, Luciano Guaycochea sempat terlibat dalam fase serangan, namun tidak menghasilkan gol tambahan. Skor 1-0 bertahan hingga jeda.

Secara taktis, Persib cenderung bermain dengan blok pertahanan menengah dan mengandalkan transisi cepat. Minimnya penguasaan bola tidak mengurangi efektivitas serangan mereka. Di sisi lain, PSIM lebih banyak menguasai bola, tetapi masih terbatas dalam variasi serangan untuk membongkar organisasi pertahanan lawan.

Babak pertama ini menegaskan bahwa penguasaan bola bukan satu-satunya indikator dominasi. Efektivitas dalam memanfaatkan peluang, khususnya dari bola mati, menjadi kunci keunggulan sementara Persib. PSIM perlu meningkatkan kualitas penyelesaian akhir jika ingin mengubah jalannya pertandingan di babak kedua.

(fotmob/flashscore/ai/hm27)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN