Wednesday, July 22, 2026
home_banner_first
NEWS ROOM

Newsroom: Pakkat, Kuliner Khas Mandailing yang Diburu Warga Medan saat Ramadan

Mistar.idSelasa, 10 Maret 2026 pukul 19.30 WIB
newsroom_pakkat_kuliner_khas_mandailing_yang_diburu_warga_medan_saat_ramadan

Newsroom: Pakkat, Kuliner Khas Mandailing yang Diburu Warga Medan saat Ramadan

Newsroom: Pakkat, Kuliner Khas Mandailing yang Diburu Warga Medan saat Ramadan

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Kota Medan dikenal sebagai kota multietnis dengan beragam budaya, serta kuliner khas dari setiap etnis yang hidup berdampingan. Saat bulan suci Ramadan tiba, berbagai hidangan tradisional pun hadir untuk melengkapi momen berbuka puasa masyarakat.

Salah satu kuliner yang banyak dicari adalah pucuk rotan muda atau yang dikenal dengan sebutan Pakkat, makanan khas dari Mandailing Natal.

Bagi masyarakat Mandailing, Pakkat biasanya disajikan sebagai lalapan pendamping nasi. Rasanya yang khas dipercaya mampu menambah selera makan saat berbuka puasa.

Kini, Pakkat tidak hanya dinikmati oleh masyarakat Mandailing. Di Kota Medan, makanan ini telah menjadi favorit berbagai kalangan.

Selama bulan Ramadan, para pedagang Pakkat mudah ditemui di sepanjang Jalan Sisingamangaraja, Kota Medan, Sumatera Utara.

Salah satu pedagangnya adalah Imam Syafii. Ia menjual Pakkat hanya saat bulan puasa. Pada hari biasa, Imam bersama istrinya berdagang di kantin sekolah.

Namun ketika Ramadan tiba, penjualan Pakkat memberikan penghasilan yang cukup menjanjikan.

Para pembeli tampak datang silih berganti untuk mencari menu pelengkap berbuka puasa ini.

Sekilas, Pakkat terlihat seperti batang bambu kecil. Namun sebenarnya, makanan ini berasal dari pucuk rotan muda yang memiliki tekstur lembut setelah dimasak.

Cara mengolahnya pun cukup sederhana. Pucuk rotan dipotong sepanjang sekitar satu meter, lalu dibakar hingga matang.

Setelah dibakar, bagian kulitnya dikupas dan bagian dalamnya siap disantap.

Satu batang Pakkat dijual dengan harga sekitar Rp5.000.

Cita rasanya semakin nikmat jika disantap bersama sambal serta ikan asap, atau yang dikenal sebagai ikan sale, dengan bumbu gulai.

Kuliner sederhana ini dulunya dikenal sebagai makanan kesukaan raja-raja Mandailing. Kini, masyarakat Kota Medan pun dapat menikmati kelezatan Pakkat sebagai bagian dari tradisi kuliner Ramadan. (hm21).



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN